PMI Matangkan Program Kemanusiaan, Wabup Dorong Terwujudnya Bank Darah Daerah

DENNY/BERITASAMPIT - Musyawarah Kerja dan Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Tahun 2026.

– Upaya memperkuat layanan kemanusiaan dan masyarakat terus menjadi perhatian Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten . Melalui Musyawarah Kerja dan Musyawarah Kabupaten (Muskab) Tahun 2026 yang digelar di Aula Dinas Kabupaten , Kamis 11 Juni 2026, organisasi kemanusiaan tersebut menyusun arah kebijakan dan program strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Kegiatan yang dihadiri Wakil Bupati H. Ahmad Jayadikarta bersama jajaran pengurus PMI ini menjadi wadah evaluasi pelaksanaan program sekaligus forum konsolidasi organisasi dalam menghadapi berbagai tantangan pelayanan kemanusiaan di masa mendatang.

Dalam sambutannya, Ahmad Jayadikarta menegaskan bahwa PMI merupakan mitra penting pemerintah daerah dalam mendukung pelayanan , penanggulangan bencana, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan. Menurutnya, keberadaan PMI telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam membantu pemenuhan kebutuhan darah bagi pasien yang memerlukan transfusi.

Ia menyebut kebutuhan darah merupakan salah satu pelayanan yang harus tersedia setiap saat. Karena itu, sinergi antara PMI, fasilitas , dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan secara cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat.

“PMI memiliki peran yang sangat strategis dalam bidang kemanusiaan. Tidak hanya membantu penyediaan darah, tetapi juga hadir dalam berbagai kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Ahmad Jayadikarta.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati juga menyampaikan harapannya agar PMI Kabupaten ke depan dapat memiliki bank darah sendiri. Menurutnya, keberadaan fasilitas tersebut akan menjadi langkah penting dalam memperkuat sistem pelayanan daerah, terutama untuk memenuhi kebutuhan darah dalam situasi mendesak.

Ia menjelaskan, bank darah akan mempermudah proses penyimpanan, pengelolaan, dan distribusi darah sehingga masyarakat yang membutuhkan transfusi dapat memperoleh pelayanan lebih cepat tanpa harus menunggu pasokan dari luar daerah.

baca juga ...  Pulang Pisau Rumuskan Ulang Masa Depan Food Estate, Tekankan Pentingnya Kebijakan Berpihak pada Kesejahteraan Petani

“Harapan kami PMI suatu saat memiliki bank darah yang dikelola secara mandiri. Dengan fasilitas itu, pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan lebih optimal dan kebutuhan darah pada kondisi darurat bisa ditangani dengan lebih cepat,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmad menilai keberadaan bank darah telah menjadi bagian penting dari pelayanan PMI di berbagai daerah. Oleh sebab itu, pengembangan fasilitas serupa di Kabupaten dinilai sangat relevan untuk mendukung peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

Sementara itu, pelaksanaan Muskab PMI Tahun 2026 juga menjadi momentum untuk menyusun program kerja yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Berbagai agenda strategis dibahas, mulai dari penguatan kelembagaan, peningkatan kapasitas relawan, donor darah, hingga perluasan layanan kemanusiaan di tingkat kecamatan dan .

Melalui musyawarah tersebut, PMI Kabupaten diharapkan semakin mampu menjalankan tugas kemanusiaannya secara profesional, responsif, dan berkelanjutan sehingga manfaat keberadaan organisasi dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh lapisan masyarakat. (denny)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!