Karhutla Meluas, BPBD Kotim Usulkan Penambahan Helikopter Water Bombing

NARDI/BERITASAMPIT - Water Boombing yang melintas di Kotim saat menangani karhutla.

SAMPIT – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Timur (Kotim) mengusulkan penambahan satu unit helikopter water bombing untuk ditempatkan di Bandara H Asan Sampit. Usulan tersebut disampaikan karena intensitas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotim terus meningkat selama musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan saat ini hanya didukung dua unit helikopter water bombing. Namun armada tersebut masih difokuskan membantu penanganan kebakaran di Kabupaten yang memiliki kondisi kebakaran lebih berat.

“Sementara ini dua helikopter yang ada masih diprioritaskan di karena luas kebakarannya cukup besar dan sumber air di lokasi juga terbatas,” kata Multazam, Sabtu 18 Juli 2026.

Menurutnya, kebutuhan dukungan pemadaman dari udara di Kotim semakin mendesak. Hingga awal Juli 2026, BPBD mencatat sekitar 300 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Kotim. Lonjakan tertinggi terjadi pada Juni dengan sekitar 115 hotspot.

Selain jumlah titik panas yang meningkat, luas lahan yang terbakar juga terus bertambah. Saat ini Kotim menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar kedua di setelah . Bahkan dari sisi jumlah kejadian, insiden kebakaran di Kotim tercatat lebih banyak.

“Kami berharap ada penambahan satu unit helikopter water bombing yang dapat disiagakan di Bandara H Asan Sampit agar penanganan karhutla di Kotim bisa lebih cepat,” ujarnya.

Multazam menjelaskan, pengerahan helikopter dilakukan berdasarkan laporan dari tim darat yang dipadukan dengan hasil patroli udara. Mekanisme itu diterapkan agar pemadaman difokuskan pada lokasi yang dinilai paling membutuhkan penanganan segera.

Patroli udara sendiri dilaksanakan dua kali setiap hari. Pagi hari menyisir wilayah utara , sedangkan siang hingga sore hari memantau wilayah barat termasuk Kabupaten Kotim. Data hasil patroli kemudian menjadi dasar tim menentukan titik prioritas pelaksanaan water bombing.

baca juga ...  Ambulan Perusahaan Alami Kecelakaan Saat Evakuasi Pasien

Menurut BPBD, tambahan helikopter akan mempercepat respons terhadap kebakaran, khususnya di kawasan yang sulit dijangkau kendaraan pemadam melalui jalur darat, sehingga potensi meluasnya kebakaran dapat diminimalkan. (nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!