Pembangunan Huma Betang Terbesar di Asia, Maha Karya Brilian Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran (Bagian 2/Selesai)

Kadis PUPR Kalteng, Prof. Dr, Dr, Dr, Ir. Juni Gultom, ST. MTP.

Penulis: Maman Wiharja (Jurnalis Senior di Kalteng)

PEMBANGUNAN Huma Betang terbesar di Asia, menurut Kepala Dinas PUPR Kalteng Juni Gultom, merupakan sebuah mahakarya brilian Gubernur Kalteng.

“Beliau (Bapak H. Agustiar Sabran) sebelumnya pernah mengutarakan keinginannya untuk merancang bangunan Huma Betang yang lama, yang akan dirancang untuk menjadi simbol kebanggaan masyarakat dan terbesar di Asia,“ kata Juni Gultom, saat dikonfirmasi penulis melalui telephone genggamnya, Selasa 28 Juli 2026.

Juni Gultom sangat bersyukur,  pada Kamis 23 Juli 2026, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran disaksikan semua Unsur Pimpinan Pemerintah Provinsi Kalteng dan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh Adat, serta undangan lainnya, telah melaksanakan pemasangan tiang pancang, sebagai tanda Pembangunan Huma Betang dimulai.

“Pembangunan Huma Betang pelaksanaannya ditargetkan selesai dalam waktu dua tahun, 2026-2027. Kami optimistis seluruh tahapan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan rencana sehingga bangunan tersebut dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,“ ujarnya.

Adapun anggaran yang siap digelontorkan untuk pembangunan Huma Betang mencapai sekitar Rp130 milliar. Estimasi anggaran tersebut menjadi dasar dalam perencanaan pembangunan dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi serta konsep arsitektur yang telah disiapkan.

Dijelaskan Juni Gultom, pembangunan Huma Betang ini dihadapkan tidak hanya menjadi landmark daerah, tetapi juga merepresentasikan Visi-Misi Gubernur Kalteng, untuk mewujudkan semangat persatuan, kebersamaan, dan gotong royong yang telah menjadi filosofi Huma Betang, yakni dibangun dengan mengangkat nilai-nilai kearifan lokal sebagai fondasi utama.

“Konsep tersebut diharapkan mampu menjaga dan memperkenalkan warisan budaya kepada masyarakat luas, sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan,“ ucapnya.

Diakui Juni Gultom, di tengah ekonomi yang sedang krisis dan era globalisasi yang semakin menghapus batas antar daerah dan antar negara. Diharapkan kehadiran Huma Betang dinilai memiliki peran penting sebagai simbol identitas budaya. Bangunan ini diharapkan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga nilai-nilai tradisi di tengah pesatnya perkembangan modern.

baca juga ...  Sekda Rody Iskandar: Kobar Bakal Bangun Kawasan Industri Induk dan Penyangga

Keberadaan Huma Betang kedepannya juga diharapkan menjadi kebanggaan masyarakat sekaligus warisan budaya yang dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

Selain memperkuat identitas daerah, tentunya proyek ini juga diharapkan mampu mendorong pengembangan sektor pariwisata, pendidikan budaya, dan perekonomian masyarakat.

Kenapa pembangunan ‘Huma Bateng' di Kalteng harus menjadi yang terbesar se Asia ?. Pengamatan penulis, tentunya untuk menunjukan ke ‘Dunia', bahwa Propinsi Kalteng memiliki identitas yang kuat.

Rumah Betang Tumbang Gagu yang dibangun tahun 1870, diatas luas tanah sekitar 1880 m2, sudah menjadi yang terbesar di Kalteng.

Nah, sekarang mau dibangun lebih besar lagi dengan ukuran Panjang 80 M, Lebar 51 M, luas sekitar 4.080 M2, dan memiliki 15 titik lokasi, antara lain entrance utama kendaraan, skywalk ruang hijau, plaza ekologis/plaza penyambutan, ruang terbuka hijau, parkir kendaraan VIP/service, entrance utara, entrance barat, massa utama huma betang, entrance timur, massa utama betang, area sosialisasi dan komunal, dropoff VIP, jalur keluar kendaraan, monumen replika upacara adat, dan pasahpatahu.

Huma Bateng yang dibangun nantinya memiliki 20 ruangan khusus, yakni ruangan Teras Utama/Pintu Masuk 4 sisi, ruang DAD, ruang Rapat, ruang Galeri, ruang Worskshop Kebudayaan, ruang Aula Utama, ruang Sekretariat/Pengelola, ruang Staf/Pengelola.

Kemudian ruang Kapel, Moshola, Gereja, ruang Tidur Gubernur, ruang Perpustakaan, ruang Makan, ruang , ruang Maintance/Gudang, ruang Toliet Bangunan Utama  4 sisi, ruang Tiolet Umum (Bagian Bawah  Betang), ruang POS Jaga (Bawah Bagian Betang), dan terakhir raung Genset (Bawah Bagian Betang).

Semua kelengkapan di Gedung Huma Betang tentunya juga untuk membuktikan, bahwa Provinsi Kalteng yang berjuluk “Bumi Tambun Bungai”, yang artinya :  Tambun = Subur,makmur. Bungai = Bumi yang subur dan Barbunga  (Bumi Yang Makmur dan Indah). Maka, pengamatan penulis dengan dibangunnya kembali Huma Betang yang lebih besar dan lebih baik, semoga kesatuan dan persatuan di Provinsi Kalteng semakin terjaga dan semakin kondusif. (*)

baca juga ...  Pemkab Kobar dan DPRD Tandatangani Kesepakatan Ranwal RPJMD 2025-2029
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!