Juli-Agustus, Sedikitnya Tujuh Kebakaran Bangunan Terjadi di Kotim

JIMMY/BERITASAMPIT - Salah satu bangunan yang terbakar di Sampit.

SAMPIT – Kebakaran bangunan masih menjadi salah satu yang mewarnai Kabupaten (Kotim) dalam dua bulan terakhir.

Berdasarkan data dari berita sampit, sedikitnya tujuh kejadian kebakaran bangunan tercatat sejak Juli hingga Senin, 17 Agustus 2026.

Rentetan kebakaran tersebut terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari kawasan perkotaan Sampit hingga Kecamatan Kota Besi.

Kebakaran pertama yang terpantau pada periode tersebut terjadi pada Sabtu, 4 Juli 2026, di Jalan Kuningan, Perum Panca Setia, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Tiga bangunan semi permanen terbakar. Api dilaporkan diduga berasal dari bara tungku masak.

Selanjutnya, pada Rabu malam, 15 Juli 2026, kebakaran melanda deretan kios di Jalan DI Panjaitan, tepatnya di kawasan depan SDN 12 Sampit. Sedikitnya delapan kios semi permanen ludes terbakar. Seorang pemilik kios mengalami luka bakar ringan, sedangkan kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.

Empat hari kemudian, Minggu malam, 19 Juli 2026, kebakaran kembali terjadi di RT 06 Bajarum, Kecamatan Kota Besi. Sebuah rumah warga dilalap api. Saat informasi awal diterbitkan, penyebab kebakaran maupun total kerugian masih dalam pendataan.

Memasuki Agustus, kejadian kebakaran bangunan kembali terjadi di kawasan padat penduduk.

Pada Selasa, 11 Agustus 2026, kebakaran hebat terjadi di kawasan Jalan Muchran Ali atau Simpang Samekto, Kelurahan Baamang Hulu. Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah rumah dan gudang.

Berdasarkan keterangan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim, empat rumah dan satu gudang terbakar, sementara tiga rumah lainnya turut terdampak. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp700 juta.

Sehari setelah kejadian tersebut, kebakaran juga dilaporkan terjadi pada sebuah gudang di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Kasur yang berada di dalam gudang terbakar dan informasi awal menyebut kejadian tersebut diduga berkaitan dengan obat nyamuk.

Kebakaran bangunan kembali terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sebuah rumah di Gang Attarbiyah, Kelurahan Baamang Tengah, terbakar sekitar pukul 21.00 WIB. Dugaan awal menyebut kebakaran dipicu korsleting listrik.

Terbaru, Senin 17 Agustus 2026, sebuah gudang di Jalan SPG Permai, RT 56/RW 04, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, kembali terbakar.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 15.55 WIB. Kobaran api disebut tiba-tiba membesar dan dengan cepat menjalar ke hampir seluruh bagian gudang. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung membantu proses pemadaman sambil menunggu dan mendampingi petugas pemadam kebakaran.

Salah seorang warga setempat, Ihwadi, mengatakan kobaran api muncul cukup besar dan cepat menjalar ke seluruh bagian gudang.

“Api tiba-tiba muncul dan langsung besar. Cepat sekali menjalar ke seluruh bagian gudang,” ujarnya.

Petugas pemadam kebakaran bersama warga masih melakukan penanganan untuk mengendalikan kobaran api sekaligus mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Rentetan kejadian tersebut menunjukkan bahwa selain ancaman kebakaran hutan dan lahan yang meningkat selama musim kemarau, kebakaran bangunan juga masih menjadi persoalan yang perlu diwaspadai masyarakat Kotim.

Sementara itu dari data resmi Disdamkarmat Kotim pada periode 1 – 6 Agustus setidaknya ada tiga kejadian kebakaran bangunan.

(Jimmy)

baca juga ...  Halikinnor-Irawati Komitmen Jalankan Janji Kampanye di Periode Kedua
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!