Klarifikasi K3S MB Ketapang: Kemah Ceria Penggalang Hanya Digelar Setelah SE Karhutla Dicabut

NARDI/BERITASAMPIT – Sekretaris K3S SD Mentawa Baru Ketapang Andrayu Muana bersama Ketua Panitia KCP Nuraida dan jajaran panitia saat menyampaikan klarifikasi di Kantor Berita Sampit.

SAMPIT – Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Mentawa Baru Ketapang memberikan klarifikasi terkait rencana pelaksanaan Kemah Ceria Penggalang (KCP) 2026 yang sebelumnya menjadi sorotan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kotawaringin Timur (Kotim).

K3S menegaskan, kegiatan yang direncanakan melibatkan lebih dari seribu peserta tersebut tidak akan dipaksakan apabila surat edaran (SE) Bupati terkait pembatasan aktivitas akibat karhutla dan kabut asap masih berlaku.

Ketentuan tersebut, kata K3S, juga telah dicantumkan dalam rencana kegiatan dan disampaikan kepada pihak-pihak terkait.

Sekretaris K3S SD Mentawa Baru Ketapang, Andrayu Muana, bersama Ketua Panitia KCP, Nuraida, serta jajaran panitia menyampaikan bahwa sejak awal pihaknya telah membahas kondisi karhutla dan dampaknya terhadap kegiatan peserta didik.

Menurut Andrayu, sebelum pemberitaan mengenai KCP viral, pihaknya telah melakukan rapat internal dan menyepakati bahwa pelaksanaan kegiatan tetap menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan serta kebijakan pemerintah daerah.

“Kegiatan ini akan dilaksanakan ketika SE karhutla dan kabut asap dicabut. Terkait latihan pun, sekolah-sekolah akan mengondisikan sesuai kesepakatan masing-masing,” ujarnya saat menyampaikan klarifikasi di Kantor Berita Sampit, Jumat, 11 September 2026.

Tegaskan KCP Masih Tahap Perencanaan

K3S juga meluruskan anggapan bahwa pelaksanaan KCP 2026 sudah dipastikan berlangsung sesuai tanggal yang tercantum dalam proposal.

Menurut panitia, tanggal pelaksanaan pada Oktober 2026 tersebut merupakan rencana, sehingga masih dapat berubah menyesuaikan kondisi karhutla dan kebijakan pemerintah daerah.

Ia mengatakan, persiapan kegiatan saat ini masih berada pada tahap awal. Tanggal yang dicantumkan dalam proposal diperlukan sebagai bagian dari perencanaan dan pengajuan dukungan kegiatan kepada sejumlah pihak.

Wacana pelaksanaan kemah bahkan telah muncul sejak 2025. Namun, pada saat itu belum diketahui bahwa Kotim akan menghadapi kondisi karhutla dan kabut asap seperti sekarang.

Panitia juga menegaskan bahwa persiapan kegiatan dilakukan sejak awal karena tentunya dengan banyaknya peserta akan memerlukan waktu yang cukup panjang dan guru-guru berjuang menghidupkan kembali kegiatan kepramukaan di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.

Para guru yang terlibat, bekerja secara sukarela tanpa mendapatkan bayaran untuk mempersiapkan kegiatan tersebut demi kegiatan positif anak sekolah.

Sudah Koordinasi dan Sampaikan Proposal ke Berbagai Pihak

K3S juga menanggapi informasi yang menyebut belum adanya komunikasi dengan pihak terkait kepramukaan mengenai rencana KCP 2026.

Pihak kepanitiaan mengatakan komunikasi awal dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kotim telah dilakukan sejak Maret 2026. Saat itu, pihaknya menyampaikan rencana kegiatan meski belum dalam bentuk pemberitahuan resmi tertulis.

“Pada bulan Maret 2026, di Panggung Olimpiade kita sudah menyampaikan. Kami akan mengadakan kemah, tapi nanti kalau sudah siap dan perencanaannya sudah matang,” katanya.

Komunikasi tersebut memang belum disertai surat resmi karena saat itu kegiatan masih berupa rencana dan belum memiliki kepastian pelaksanaan.

Selain itu, proposal kegiatan juga telah disampaikan kepada sejumlah pihak, di antaranya Komisi III DPRD Kotim, camat, Kwartir Ranting (Kwarran), Bupati Kotim, Wakil Bupati Kotim serta sejumlah pihak lainnya.

Panitia menjelaskan, proposal tersebut dibuat untuk kebutuhan perencanaan sekaligus pengajuan dukungan kegiatan. Tanggal pelaksanaan dicantumkan sebagai bagian dari rencana, namun bukan berarti kegiatan tidak dapat ditunda.

“Kalau kegiatannya kita undur, otomatis proposal ini bisa disesuaikan. Nanti kita evaluasikan kepada pihak yang memberikan bantuan,” katanya.

Sementara itu, informasi yang diberikan kepada siswa dan orang tua melalui smart book disebut telah mencantumkan ketentuan bahwa jadwal kegiatan dapat ditunda menyesuaikan kebijakan pemerintah.

Panitia juga menyebutkan nomor kontak yang dapat dihubungi tercantum dalam proposal. Dengan demikian, pihak yang memiliki pertanyaan maupun keberatan terkait kegiatan dapat melakukan konfirmasi langsung kepada panitia.

Kesehatan dan Keselamatan Siswa Tetap Diprioritaskan

Panitia menegaskan, aspek kesehatan dan keselamatan peserta didik menjadi pertimbangan utama dalam pelaksanaan KCP.

“Kami kepala sekolah ini niatnya bukan untuk apa pun. Kami hanya ingin pendidikan di Kotim ini bagus, salah satunya kegiatan kepramukaan agar aktif kembali,” ujarnya.

Menurutnya, tidak ada pihak di sekolah yang menginginkan kegiatan pendidikan justru membahayakan peserta didik.

Karena itu, seluruh kepala sekolah telah diingatkan agar kegiatan di sekolah, termasuk latihan kepramukaan, menyesuaikan kondisi udara serta ketentuan yang dikeluarkan pemerintah.


Berharap Kondisi Segera Pulih

Pihak K3S dan panitia menyatakan berharap kondisi karhutla dan kualitas udara di Kotim segera membaik sehingga berbagai aktivitas pendidikan dapat kembali berjalan normal.

Mereka menegaskan tidak memiliki kepentingan untuk memaksakan KCP apabila kondisi lingkungan belum memungkinkan.

“Positifnya, doa dan harapan kita, mudah-mudahan kondisi segera membaik,” demikian harapan pihak penyelenggara.

KCP sendiri terdiri dari berbagai kegiatan dan perlombaan yang dirancang untuk mengasah keterampilan, kedisiplinan, kreativitas serta kekompakan peserta.

Sejumlah kegiatan yang direncanakan antara lain Scout Journey, jelajah, lomba keterampilan baris-berbaris, yel-yel, tandu darurat, sandi, semaphore, Morse hingga outbound. Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan api unggun, pentas seni dan malam kebersamaan.

Kegiatan tersebut rencananya melibatkan 1.116 orang, terdiri dari 960 pelajar dari 48 sekolah, 96 pembina dan 60 panitia. (Nardi)



baca juga ...  Nahas! Kakek Diduga Pelangsir BBM Diseruduk Truk Tangki, Kaki Patah dan Luka di Kepala
Bagikan:
Berita Populer