Karhutla Kembali Menyala di Km 8 Jalan Tjilik Riwut Sampit, Api Cepat Membesar

IST/BERITASAMPIT - Karhutla terjadi di Jalan Tjilik Riwut Km8 Sampit Kobes.

SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 8, Sampit-Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu 19 September 2026 sekitar pukul 14.50 WIB.

Api terlihat membakar semak belukar yang kondisinya kering. Kobaran api dengan cepat meluas karena cuaca panas disertai angin cukup kencang. Lokasi kebakaran juga berada tidak jauh dari badan jalan raya.

Salah seorang warga, Zein, mengatakan kobaran api sempat terlihat cukup besar dan menyebar dengan cepat. Asap tebal dari kebakaran juga mulai mengganggu jarak pandang pengguna jalan.

“Mohon dibantu untuk pemadaman, api menyala di Jalan Tjilik Riwut Km 8,” ujarnya sembari merekam kondisi kebakaran dan mengirimkan video ke grup informasi kejadian.

Petugas langsung merespon video tersebut dan segera ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman.

Warga lainnya, Fia, yang mengaku sering melintas di jalur Sampit-Kota Besi, menyebut kawasan tersebut sudah beberapa kali mengalami kebakaran. Api disebut kerap kembali muncul, terutama ketika memasuki sore hari saat angin bertiup cukup kencang.

“Jalur ini memang sering hidup dan padam berkali-kali. Kalau sudah sore dan angin kencang, biasanya muncul api lagi,” katanya.

Menurutnya, kondisi tersebut diduga berkaitan dengan bara yang masih tersimpan di dalam lahan gambut. Sejumlah kawasan di sepanjang jalur tersebut juga disebut merupakan lahan yang sebelumnya telah terbakar.

“Sudah sepanjang Km 7 sampai Km 8, hingga Km 13 sepanjang jalan ke Kobes kiri kanan sudah menghitam karena karhutla,” ujarnya.

Warga berharap musim kemarau segera berakhir dan hujan turun secara merata. Kondisi tersebut dinilai penting untuk membantu memadamkan titik api yang masih tersisa sekaligus mengurangi kabut asap akibat karhutla di wilayah Kotim. (Nardi)


baca juga ...  Fantastis, Selama Tahun 2019 Polres Kotim Paling Banyak Ungkap Kasus Narkotika
Bagikan:
Berita Populer