Terdampak Karhutla, 3.000 Mahasiswa Kalteng Kembali Terima Sembako dan Bantuan Uang Tunai

IST/BERITA SAMPIT - Gubernur Kalteng saat menyerahkan bantuan kepada mahasiswa.

PALANGKA RAYA – Sebanyak 3.000 mahasiswa di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menerima bantuan pangan dan bantuan tunai dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) setempat. Bantuan diserahkan langsung oleh Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, di Halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Sabtu, 19 September 2026.

Setiap mahasiswa menerima paket sembako yang terdiri atas 5 kilogram beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 kilogram gula pasir. Selain itu, Pemprov Kalteng juga membagikan multivitamin, masker KN95, serta bantuan uang tunai sebesar Rp100 ribu kepada masing-masing mahasiswa. Penyaluran ini merupakan tahap kedua, setelah sebelumnya Pemprov Kalteng menyalurkan bantuan serupa di lokasi yang sama pada 16 September 2026.

Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, mengatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian nyata pemerintah terhadap mahasiswa yang turut merasakan dampak karhutla, baik dari sisi kesehatan maupun kondisi ekonomi.

“Hari ini kita berbagi kepada mahasiswa yang terdampak. Bukan hanya mahasiswa, seluruh masyarakat Kalteng yang terdampak juga menjadi perhatian pemerintah. Karena itu, kami menyiapkan bantuan pangan, kesehatan, air bersih, masker, dan vitamin bagi masyarakat yang membutuhkan,” kata Agustiar.


Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa untuk membantu pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi karhutla. Selain berpartisipasi dalam kegiatan di lapangan, mahasiswa diharapkan dapat mengambil peran melalui edukasi serta penyebaran informasi yang benar di media sosial.

“Gunakan handphone dan media sosial dengan bijaksana. Kalau ada informasi yang simpang siur, mari kita luruskan dengan informasi yang benar. Kita bersama-sama menjaga Kalimantan Tengah dan mengantisipasi karhutla,” tegasnya.

Agustiar juga mengajak mahasiswa untuk membangun kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan sederhana, seperti memantau kondisi di sekitar tempat tinggal dan mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
“Mari kita bergandengan tangan dan bergotong royong untuk mengantisipasi karhutla. Kita terus berusaha dan berdoa agar musibah ini cepat berlalu,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyampaikan bahwa penanganan karhutla dilakukan melalui kolaborasi berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, relawan mahasiswa, ASN, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga masyarakat pengelola hutan desa.

“Solidaritas, kolaborasi, dan kebersamaan kita sangat penting. Semua sumber daya yang kita miliki digerakkan agar masyarakat Kalimantan Tengah tetap terlindungi,” kata Edy.

Menurutnya, kondisi karhutla tahun ini menjadi tantangan tersendiri karena berlangsung bersamaan dengan musim kemarau yang panjang. Penanganannya dilakukan melalui pemadaman darat dan udara dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca serta jarak pandang untuk keselamatan penerbangan.

Edy meminta mahasiswa tetap fokus menyelesaikan pendidikan sekaligus memberikan dukungan terhadap upaya penanganan karhutla.

“Adik-adik tetap bersemangat mengejar ilmu dan pendidikan. Di tengah kondisi ini, mari kita bersatu padu membantu menyelesaikan kebakaran hutan dan lahan agar segera berlalu dari Bumi Tambun Bungai,” tuturnya.

Sekretaris Daerah Kalteng Linae Victoria Aden mengatakan mahasiswa penerima bantuan berasal dari berbagai perguruan tinggi, termasuk mahasiswa yang memiliki KTP di luar Kalimantan Tengah namun saat ini sedang menempuh pendidikan di Kalteng.

“Walaupun KTP-nya dari luar Kalteng, selama berada dan menempuh pendidikan di sini, kalian merupakan bagian dari masyarakat Kalteng. Perhatian pemerintah terhadap mahasiswa semuanya sama,” ujar Linae.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan bantuan kesehatan yang diberikan, khususnya masker dan multivitamin, sebagai bagian dari upaya menjaga kondisi tubuh di tengah paparan asap karhutla.

“Masker dan multivitamin yang diberikan bukan sekadar simbol, tetapi pengingat agar anak-anak kita menjaga kesehatan. Masker digunakan dan multivitamin dikonsumsi sesuai anjuran,” katanya.

Linae menambahkan, mahasiswa yang tidak terlibat langsung dalam penanganan karhutla tetap dapat berkontribusi dengan memberikan edukasi kepada masyarakat di lingkungan masing-masing mengenai bahaya dan pencegahan karhutla.

(Syauqi)

baca juga ...  Harganas 2025, Pemprov Kalteng Ajak Masyarakat Bergerak Cegah Stunting Sejak Dini
Bagikan:
Berita Populer