Antisipasi Karhutla, BPBD Seruyan Petakan Wilayah Rawan dan Tambah Sarpras di Desa

AHMAD/BERITASAMPIT - Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Seruyan.

KUALA PEMBUANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan mulai memperkuat langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah kecamatan dan desa yang dinilai memiliki tingkat kejadian kebakaran lebih tinggi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, mengatakan sarana dan prasarana yang tersedia di tingkat kabupaten saat ini masih cukup untuk mendukung penanganan bencana. Namun, keterbatasan sarpras di tingkat kecamatan dan desa masih menjadi salah satu kendala yang perlu mendapat perhatian.

Sebagai langkah awal, BPBD Seruyan menyalurkan dua unit pompa jinjing kepada Masyarakat Peduli Api (MPA) di Pembuang Hulu I dan Pembuang Hulu II. Bantuan tersebut diberikan karena kedua wilayah itu menjadi salah satu daerah yang mendapat perhatian BPBD terkait potensi kejadian karhutla.

“Untuk sarpras yang ada di BPBD sampai sekarang cukup. Tetapi memang kita ada kendala di daerah kecamatan dan desa, sarpras kita agak kurang,” ujar Agus, Senin 21 Agustus 2026.

Menurutnya, selain keterbatasan peralatan, kondisi di lapangan juga menghadapi kendala ketersediaan sumber air dan akses menuju lokasi kebakaran. Dua persoalan tersebut kerap menjadi tantangan ketika petugas maupun masyarakat melakukan pemadaman.

“Memang salah satu kendala kita di lapangan itu air. Yang kedua, akses jalan yang tidak ada,” katanya.

Mengantisipasi persoalan tersebut, BPBD Seruyan bersama pemerintah daerah juga akan melakukan pemetaan terhadap wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi. Pemetaan akan mencakup wilayah desa, kelurahan hingga kecamatan, dengan melihat titik hotspot serta lokasi yang memiliki riwayat atau potensi lahan terbakar.

Hasil pemetaan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan, termasuk kemungkinan pembangunan akses jalan menuju lokasi rawan maupun penyediaan sumber air seperti sumur bor. “Kita akan petakan wilayah-wilayah mana yang memang menjadi titik hotspot tertinggi dan banyaknya lahan yang terbakar. Itu menjadi program kita ke depan, apa langkah dan solusinya,” pungkas Agus.

(ASY)

baca juga ...  Seruyan Gencar Perangi Rokok Ilegal, Wabup Supian Buka Sosialisasi Cukai
Bagikan:
Berita Populer