Andina Narang Berharap OMC Bantu Pulihkan Kualitas Udara di Kalteng

IST/BERITASAMPIT - Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang.

PALANGKA RAYA – Anggota Komisi I DPR RI Fraksi Partai NasDem, Andina Thresia Narang, mengapresiasi gerak cepat Tentara Nasional Indonesia (TNI), khususnya TNI Angkatan Udara (AU), dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Operasi yang melibatkan lima pesawat TNI AU pada Minggu 25 Oktober 2026  itu menjadi bagian dari upaya penanggulangan karhutla yang mengancam kesehatan dan aktivitas masyarakat. Hujan deras dilaporkan mengguyur sejumlah wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan pada 25-26 Oktober 2026.

Andina menilai keterlibatan TNI dalam operasi tersebut menunjukkan pentingnya kehadiran negara melalui respons cepat dan koordinasi lintas sektor untuk menghadapi bencana. Upaya memicu hujan diharapkan membantu pembasahan wilayah rawan kebakaran dan mendukung pemadaman karhutla.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada TNI, khususnya TNI Angkatan Udara, atas gerak cepat dan dedikasi dalam mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Ketika masyarakat menghadapi ancaman asap dan kualitas udara yang memburuk, kehadiran negara melalui langkah konkret seperti operasi modifikasi cuaca sangat dibutuhkan,” ucapnya, Selasa 27 Oktober 2026.

Penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan satu institusi. Sinergi TNI, Polri, pemerintah pusat dan daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD, relawan, serta masyarakat perlu terus diperkuat.

“Dalam hal ini juga mengapresiasi Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin beserta jajaran atas komitmen mendukung penanganan karhutla di Kalimantan Tengah. Kesiapsiagaan personel, pemantauan lapangan, dan koordinasi lintas sektor dinilai penting untuk memastikan penanganan berjalan efektif,” tambahnya.

Keterlibatan TNI dalam penanggulangan bencana merupakan bagian penting dari upaya melindungi masyarakat. Karena itu, dukungan operasional dan koordinasi antarlembaga perlu dijaga agar penanganan karhutla berlangsung optimal dan berkelanjutan.

“Karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga persoalan kemanusiaan. Ada masyarakat yang harus tetap beraktivitas di tengah kabut asap, anak-anak yang membutuhkan lingkungan sehat, serta kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan yang harus mendapatkan perlindungan lebih,” lanjutnya.

Operasi modifikasi cuaca perlu diikuti langkah penanganan menyeluruh, mulai dari perlindungan kesehatan masyarakat dan bantuan bagi warga terdampak hingga pencegahan kebakaran berulang. Respons darurat harus berjalan beriringan dengan upaya mitigasi agar risiko karhutla dapat ditekan.

“Selain itu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk mengutamakan keselamatan masyarakat dan memperkuat kerja sama dalam menghadapi bencana,” tuturnya.

Penanganan karhutla membutuhkan komitmen berkelanjutan, bukan hanya tindakan ketika kebakaran dan kabut asap sudah meluas.

“Selain itu berharap upaya TNI bersama seluruh pihak terkait dapat membantu memulihkan kualitas udara dan mempercepat pemulihan wilayah terdampak di Kalimantan Tengah sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman dan sehat,” ungkapnya. (yud)

baca juga ...  DLH Kalteng Tekankan Harmonisasi Kebijakan dalam Pengelolaan Lingkungan
Bagikan:
Berita Populer