PANGKALAN BUN – Bencana Karhutla di Kalteng, khususnya di Wilayah Kabupaten Kobar sudah berlangsung dua bulan lebih. Pemkab Kobar bersama jajaran TNI/Polri, BPBD, Dinas Damkar, Dinas Kesehatan, Balai TNTP, Manggala Agni, MPA, OFi telah melakukan berbagai upaya untuk melakukan pemadaman, namun karhutla sulit untuk dipadamkan.
Hal tersebut, saat dikonfirmasikan ke Kapolres Kobar AKBP Joko Handono, membenarkan karhutla memang sulit untuk dipadamkan secara total.
“Setelah melaksanakan berbagai upaya untuk pemadaman karhutla, kita utamakan pencegahan. Karena pada umumnya terjadi karhutla oleh berbagai faktor, antara lain penyebab yang paling menonjol akibat ulah oknum masyarakat yang sengaja membakar hutan atau lahan untuk pertanian ditambah faktor lainnya adanya kemarau,” kata Kapolres, didampingi Wakapolres Kompol Permadi, Senin 21 September 2026.
Menurut Kapolres, Perusahaan Besar Swasta (PBS) di Wilayah Kabupaten Kobar semuanya aman. Dari hasil penyelidikan tidak ditemukan indikasi membakar hutan lahan, baik disengaja maupun tidak disengaja.
“Sampai sekarang, secara rutin tim gabungan Satgas Polres Kobar melakukan mapping daerah rawan, mengontrol pos terpadu, dan siapkan sarpras serta siapkan personil siap digerakkan kapan saja. Seperti sekarang dihalaman Polres, mereka Tim Gabunguan terdiri dari Brimob, dan sejumlah elemen personil polres, yang dibantu Masyarakat Peduli Api (MPA),” ujarnya.
Disebutkan Kapolres, sejumlah sumur bor sudah dilaksanakan disejumlah titik rawan, sehubungan masih kemarau saat Tim membuat Sumur BR di sekitar KM 18 – 20 arah Kolam, dengan kedalam sekitar 40 meter, dan air sempat keluar cukup banyak namun beberapa jam kemudian surut sampai sekarang, akibat kemarau.
Dijelaskan Kapolres, sebelumnya saat dilapangan para personil Tim gabungan Polres Kobar, telah melakukan komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi, dengan tim satgas lainnya, tujuannya untuk menentukan langkah kongret dalam kegiatan pemadaman karhutla.
“Melakukan pendekatan dengan masyarakat dan menyebarkan Maklumat Kapolda Kalteng, yang instinya larangan membakar hutan dan lahan, serta rutin kegiatan patrol gabungan dengan stakeholder dan sosialisasi kebencanaan ke desa/kelurahan. Pelibatan masyarakat sebagai agent of change karena 99% karhutla disebabkan manusia,“ ungkap AKBP Joko Handono, yang baru menerima Piagam Penghargaan Kompolnas Awards 2026.
Menurut Kapolres, Pihaknya telah melaksanakan, telegram Kapolri dan Makumat Polda Kalteng.
“Yang paling krusial kenapa kita sekarang harus memprioritaskan pencegahan?. Karena di Kobar sudah kejadian Karhutla, dan memadamkannya itu jauh lebih susah. Wilayah Kobar itu banyak gambut. Api di atas padam, di bawah tanah masih nyala bisa berminggu-minggu,” ucapnya.
“Kita jangan saling menyalahkan, justru sekarang mari kita bangun kebersamaan, untuk bersama-sama mencegah, jangan sampai terulang kembali ada yang sengaja membakar hutan dan lahan,“ pungkas Kapolres .
Kapolres AKBP Joko Handoko, saat dikonfirmasi dirinya meraih Piagam Penghargaan Kompolnas Awar 2026, mengatakan Alhamdullilah, saya merasa bangga dan bersyukur meraih Piagam Penghargaan Kompolnas Award 2026 sebagai 5 Besar Polres Terbaik Kelompok B.
“Di Wilayah Hukum Polda Kalteng, hanya Polres Kobar yang meraih penghargaan tersebut. Dan penghargaan bukan milik Kapolres, tapi milik kita khususnya semua jajaran Polres Kobar atas kerja kerasnya memberikan pelayanan kepada masyarakat,“ ucapnya.
Capaian ini, lanjut Kapolres Kobar, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan pelayanan publik yang Humanis & Responsif – pelayanan SKCK, SPKT, dan pelayanan aduan masyarakat yang cepat dan transparan . Menjaga Kamtibmas Kondusif – di wilayah hukum Kobar, dari pencegahan premanisme, penyelewengan BBM, hingga karhutla.
“Sinergi dengan Pemda, TNI, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan seluruh warga KobarKompolnas Award ini akan kami jadikan motivasi, bukan untuk berpuas diri, tapi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan yang Profesional, Transparan, Humanis dan Berkeadilan,“ ungkap Kapolres Kobar AKBP Joko Handono. (man)











