PALANGKA RAYA – Meski Kabut asap yang menyelimuti Kota Palangka Raya berdampak terhadap pergerakan penerbangan di Bandara Tjilik Riwut. Namun kondisi tersebut tidak membuat operasional Bandara Tjilik Riwut berhenti. Pelayanan kepada penumpang dan fungsi berbagai fasilitas bandara tetap berjalan seperti biasa.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan penumpang yang penerbangannya terdampak pembatalan tetap mendapatkan pilihan dari masing-masing maskapai.
“Penumpang diberikan pilihan, mau refund atau reschedule. Untuk ketentuan reschedule maupun refund, kebijakannya berbeda-beda di masing-masing maskapai,” ucapnya, Selasa 22 September 2026.
Menurut I Made, kondisi yang terjadi perlu dipahami secara tepat. Gangguan saat ini lebih berkaitan dengan pergerakan pesawat akibat jarak pandang yang rendah, bukan karena fasilitas atau pelayanan Bandara Tjilik Riwut mengalami gangguan.
“Jangan sampai ada bahasa Bandara Tjilik Riwut lumpuh total. Bandara tetap beroperasi. Yang terdampak adalah pergerakan pesawat karena kabut asap,” tambahnya.
Operasional bandara tetap ditopang oleh sumber daya manusia, proses pelayanan, serta fasilitas yang tersedia. Ketiga aspek tersebut masih berjalan.
“Pelayanan penumpang, mulai dari pemeriksaan hingga masuk ke ruang tunggu, tetap dilakukan. Begitu pula dengan fasilitas pendukung seperti toll gate, drop zone, trolley, check-in counter, pendingin ruangan, toilet, area parkir pesawat hingga runway,” lanjutnya.
Dari people atau manpower tetap berjalan. Proses penumpang tetap berjalan, mulai dari pemeriksaan sampai masuk ruang tunggu. Fasilitas juga tetap berjalan.
“Termasuk fasilitas pendaratan pesawat juga dalam kondisi aman. Tidak terdapat kendala pada fasilitas bandara yang menyebabkan penerbangan terganggu,” tuturnya.
Persoalannya berada pada kondisi kabut asap yang menutup kawasan bandara dan sekitarnya. Jarak pandang yang rendah membuat pesawat belum dapat melakukan pendaratan maupun lepas landas sesuai ketentuan keselamatan penerbangan.
“Masalahnya bandara dan sekitarnya tertutup asap. Itu saja masalahnya. Kabut asap di sekitar Kota Palangka Raya memiliki dampak terhadap pergerakan pesawat udara,” ujarnya.
Karena itu, masyarakat tetap dapat datang ke Bandara Tjilik Riwut dan memperoleh pelayanan. Namun, pergerakan penerbangan tetap bergantung pada perkembangan jarak pandang dan kondisi kabut asap di sekitar bandara.
“Selain itu berharap kondisi tersebut dapat dipahami secara proporsional sehingga informasi mengenai Bandara Tjilik Riwut tidak menimbulkan kesan bahwa seluruh aktivitas bandara terhenti,” ungkapnya. (yud)










