Pasar Udang Vaname Sukamara Meluas ke Pulau Jawa, Dislutkan Siapkan Rencana Ekspor ke Luar Negeri

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Kadislutkan Kalteng, Sri Widanarni saat diwawancarai awak media usai menghadiri rapat di DPRD Kalteng.

PALANGKA RAYA – Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) terus memperluas jangkauan pasar udang vaname hasil panen dari tambak Sukamara. Saat ini, komoditas unggulan dari program shrimp estate tersebut telah berhasil merambah pasar luar daerah, salah satunya adalah Pulau Jawa.

Kepala Dislutkan Kalteng, Sri Widanarni, menjelaskan bahwa kebijakan menjual hasil panen dominan ke luar daerah merupakan langkah strategis pemerintah. Pihaknya sengaja membatasi pasokan langsung dalam skala besar ke pasar lokal di Bumi Tambun Bungai demi menjaga stabilitas harga dan melindungi eksistensi para petambak tradisional di daerah.

“Pasarnya ke luar daerah, walaupun memang ada sebagian di daerah sesuai dengaan permintaan aja,” kata Sri usai mengikuti rapat di DPRD Kalteng, Kamis, 24 September 2026.

Sri menegaskan bahwa esensi dari kebijakan ini adalah untuk memberikan ruang tumbuh bagi masyarakat lokal. Dislutkan Kalteng berharap komoditas udang untuk konsumsi pasar domestik daerah sepenuhnya diisi oleh hasil budidaya masyarakat sendiri.

“Karena kalau kita yang menyuplai ke daerah takutnya kan nanti merusak harga pasar, karena jumlah begitu besar. Jadi kita berharap pembudidaya lokal bisa tumbuh dengan mengisi pasar lokal,” jelasnya.

Saat ditanya mengenai target pasar internasional (go international), Sri mengakui bahwa hasil panen tambak Sukamara saat ini belum melakukan ekspor secara mandiri ke luar negeri. Pasalnya, ada sejumlah standardisasi ketat global serta fasilitas penunjang yang masih harus disiapkan oleh pemerintah daerah.

“Ya memang kita tidak langsung, karena kita belum memiliki sertifikasi. Ada dua sertifikasi lagi yang dipenuhi dan sarana prasarana kita belum mendukung,” ungkap Sri.

Kendati demikian, Dislutkan Kalteng berkomitmen untuk terus berupaya melengkapi seluruh fasilitas penunjang ekspor tersebut secara bertahap, dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah. Keberadaan pasar potensial di Pulau Jawa saat ini dinilai sudah sangat baik sebagai fondasi awal rantai niaga mereka.

“Maka terus kita berupaya agar ke depan fasilitas untuk go ekspor itu terpenuhi secara bertahap lah sesuai kemampuan daerah. Tapi intinya saat ini kita sudah punya pasar, salah satunya ke pulau jawa,” ujar Sri.

Menatap proyeksi tahun 2027, Dislutkan Kalteng tengah menggodok berbagai inovasi untuk mendongkrak produktivitas tambak udang vaname Sukamara. Target utamanya adalah meningkatkan kepadatan tebar benur, menjaga penerapan tata cara budidaya yang baik, serta memodifikasi pola panen agar lebih maksimal.

“Kita terus mengembangkan inovasi, meningkatkan padat tebar, menjaga agar cara budi daya yang baik terus diterapkan dan juga melakukan upaya-upaya untuk panen lebih banyak,” katanya.


Selain itu pihaknya ke depan berencana membangun fasilitas pendederan atau nursery pond. Keberadaan fasilitas ini diyakini mampu mempercepat tumbuh kembang udang serta mengoptimalkan pemberian pakan intensif.

“Kalau selama ini mungkin panen dua kali, tahun depan bisa dengan adanya inovasi bisa membangun nursery pond. Dengan nursery pond nanti akan mempercepat tumbuh kembangnya udang, ada intensif pakan. Sehingga udang bisa tumbuh besar dan mudah-mudahan kita bisa panen bisa tiga kali setahun,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Keterbukaan Informasi Publik Mendorong Partisipasi dan Peran Aktif Masyarakat
Bagikan:
Berita Populer