SAMPIT – Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati, kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dan kesehatan para personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) setelah menerima laporan adanya beberapa petugas yang pingsan saat bertugas di lapangan.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah mengingat para personel harus bekerja dalam kondisi cuaca panas, paparan asap tebal, serta medan yang cukup berat selama proses pemadaman berlangsung.
“Kemarin saya kembali mendapat laporan bahwa ada dua personel yang pingsan saat menjalankan tugas di lapangan dalam penanganan karhutla. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa keselamatan dan kesehatan para pejuang di garda terdepan harus menjadi prioritas,” kata Irawati, Kamis 24 September 2026.
Mendapat laporan mengenai kondisi relawan tersebut, Irawati langsung mendatangi Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Baamang II untuk memastikan keadaan mereka yang sedang mendapatkan penanganan medis.
Ia mengimbau seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari TNI, Polri, Damkar, BPBD, relawan hingga pihak lainnya, agar selalu memperhatikan kondisi fisik selama bertugas.
Menurutnya, para petugas tidak boleh memaksakan diri apabila kondisi tubuh sudah menunjukkan tanda-tanda kelelahan atau gangguan kesehatan. Istirahat yang cukup dan menjaga kebugaran dinilai sangat penting agar proses penanganan karhutla dapat berjalan dengan aman dan efektif.
“Tetap semangat, tetap waspada, dan jangan ragu untuk beristirahat ketika diperlukan. Tugas kita penting, tetapi keselamatan jiwa jauh lebih utama,” tegasnya.
Irawati juga memastikan Pemerintah Kabupaten Kotim akan terus memberikan dukungan kepada seluruh personel yang berada di garis depan penanggulangan karhutla.
Ia berharap seluruh petugas dapat menjalankan tugas dengan baik tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan kerja, sehingga upaya pengendalian karhutla di Kotim dapat berlangsung maksimal.
“Pemerintah Kabupaten Kotim akan terus memberikan dukungan kepada seluruh pejuang penanggulangan karhutla,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnnya dua personel Polres Kotim tumbang saat bertugas sebagai relawan pemadam kebakaran di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 11, wilayah Tanah Mas, Rabu 23 September 2026.
Kedua personel itu bernama Bripda Alvin Riadi dan Bripda Taba Raisi, mengalami gangguan kesehatan saat berada di garis depan pemadaman. Mereka kemudian dievakuasi dan dilarikan ke Puskesmas Baamang 2 untuk mendapatkan penanganan medis.
Sehari sebelumnya, Selasa 22 September 2026, Irawati juga menyempatkan diri menjenguk salah seorang relawan karhutla yang tumbang saat menjalankan tugas pemadaman di kawasan Tanah Mas. Relawan tersebut diketahuinya bernama Edwin Saleh, anggota Regu 6 Taruna Siaga Bencana. (Nardi)










