Tak Lagi Bebani APBD, Tambak Udang Vaname Sukamara Kini Mampu Setor ke PAD

SYAUQI/BERITA SAMPIT - Kadislutkan Kalteng, Sri Widanarni saat diwawancarai awak media usai menghadiri rapat di DPRD Kalteng.

PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Sri Widanarni, mengungkapkan perkembangan positif terkait pengelolaan kawasan Tambak Udang Vaname (Shrimp Estate) di Kabupaten Sukamara. Saat ini, tata kelola budidaya di kawasan tersebut menunjukkan peningkatan signifikan, terutama dari sisi kemandirian anggaran.

​Sri Widanarni menyatakan rasa syukurnya atas capaian tim di lapangan. Menurutnya, tambak udang tersebut kini sudah tidak lagi bergantung pada kucuran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalteng untuk membiayai operasionalnya.

“Alhamdulialh bagus (ada peningkatan). Yang pasti kita sudah tidak ketergantungan dengan APBD, dari sisi budidaya sudah mandiri, sudah tidak bergantung dengan dana APD lagi,” kata Sri usai rapat paripurna di DPRD Kalteng, Kamis 24 September 2026.

Berkat kemandirian tersebut, pengelolaan keuangan kawasan ini kini menerapkan pola Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). Status BLUD ini membuat unit usaha tambak udang mampu membiayai kegiatannya secara mandiri sekaligus memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Intinya kita sudah mandiri dari sisi budidaya. BLUD itu sudah membiayai dirinya sendiri untuk berkegiatan dan bisa menyuplai untuk PAD kita,” tambahnya.

Memasuki tahun 2027, Dislutkan Kalteng telah menyiapkan sejumlah strategi dan inovasi lanjutan guna mendongkrak hasil produksi udang vaname, yang selama ini hasil panennya juga telah dipasarkan hingga ke Pulau Jawa.
​
Beberapa langkah inovatif yang akan diterapkan meliputi peningkatan padat tebar, menjaga penerapan cara budidaya ikan yang baik, serta mengoptimalkan frekuensi panen.

“Kita terus mengembangkan inovasi, meningkatkan padat tebar, menjaga agar cara budi daya yang baik terus diterapkan dan juga melakukan upaya-upaya untuk panen lebih banyak,” jelas Sri.

Ia mencontohkan, jika selama ini siklus panen dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun, maka ke depan pihaknya berencana membangun fasilitas pendederan atau nursery pond. Keberadaan fasilitas ini diyakini mampu mempercepat tumbuh kembang udang serta mengoptimalkan pemberian pakan intensif.

“Kalau selama ini mungkin panen dua kali, tahun depan bisa dengan adanya inovasi bisa membangun nursery pond. Dengan nursery pond nanti akan mempercepat tumbuh kembangnya udang, ada intensif pakan. Sehingga udang bisa tumbuh besar dan mudah-mudahan kita bisa panen bisa tiga kali setahun,” pungkasnya.

(Syauqi)

baca juga ...  Ini Pesan Gubernur Kalteng pada Upacara HUT ke-66 Kabupaten Kotawaringin Barat
Bagikan:
Berita Populer