SUKAMARA – Berbagai kebutuhan pembangunan di Desa Bangun Jaya mulai disuarakan masyarakat melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk Tahun Anggaran 2028. Forum tersebut menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung persoalan dan usulan pembangunan yang dinilai mendesak di lingkungan mereka.
Dalam musyawarah yang dipimpin Bupati Sukamara, Masduki menjelaskan bahwa masyarakat bersama perangkat desa dan tokoh masyarakat menyampaikan beragam aspirasi, mulai dari pembenahan infrastruktur yang menunjang aktivitas sehari-hari, penguatan ekonomi lokal, hingga peningkatan fasilitas umum.
Berbagai usulan tersebut mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga mampu mendukung aktivitas ekonomi dan meningkatkan kualitas kehidupan warga.
“Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam proses perencanaan. Sebab, warga merupakan pihak yang paling memahami kondisi dan kebutuhan di wilayahnya,” jelas Masduki, Kamis 5 November 2026.
Melalui Musrenbangdes, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat disampaikan secara terbuka untuk menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan prioritas pembangunan.
Bupati Sukamara, Masduki, menegaskan bahwa setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat harus menjadi perhatian dalam penyusunan rencana pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, sampaikan usulan dan persoalan yang memang menjadi prioritas di desa, sehingga perencanaan pembangunan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan,” tegasnya.
Ia berharap proses musyawarah tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan, tetapi benar-benar menghasilkan usulan yang terarah dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Dengan adanya Musrenbangdes ini, aspirasi warga Bangun Jaya diharapkan dapat menjadi bahan penyusunan program pembangunan Tahun Anggaran 2028, sehingga kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan sesuai skala prioritas dan kemampuan anggaran daerah. (enn)











