SUKAMARA – Program bantuan peremajaan kepala sawit atau replanting di Kabupaten Sukamara telah dimulai dengan dilakukan penanaman perdana kelapa sawit di Desa Pangkalan Muntai, Kecamatan Sukamara, pada Kamis (12/12/2019).
Wakil Bupati Sukamara, Ahmadi usai melakukan penanaman secara simbolis dilahan milik Gapoktan Desa Pangkalan Muntai sangat bersyukur dengan adanya program tersebut, kegiatan yang mulai dari penggarapan lahan, bibit bersertifikat dan anggaran yang seluruhnya merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Bandan Pengelolaan Dana Peremajaan Kelapa Sawit (BPDPKS).
“Saya berharap kepada petani agar ini dijaga, dipelihara dengan baik kebunnya karena dalam jangka waktu 30 bulan kedepan sudah bisa panen,” kata Ahmadi usai menanam bibit sawit perdana program replanting.
“Saya juga berharap nantinya Gapoktan yang masih belum menerima bantuan ini bisa segera mendapatkan sesuai dengan aturan dan prosedur yang dijalankan,” ungkap Ahmadi.
Sebanyak tujuh gabungan kelompok tani atau gapoktan di Kabupaten Sukamara telah menerima bantuan dari Bandan Pengelolaan Dana Peremajaan Kelapa Sawit (BPDPKS).
Bantuan tersebut terdiri dari gapoktan yang telah cair dananya yaitu Gapoktan Muntai Mandiri, Sido Mulyo dan Gapoktan Semantun Indah. Sedangkan gapoktan yang telah penandatangan 3 pihak antara lain Gapoktan Jalungga Agro, gapoktan sinar harapan, gapoktan bersatu jaya dan gapoktan laman sejahtera.
“Kemudian dana yang sudah disalurkan ke kelompok sebesar Rp 14,640 miliar,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Sukamara Irlan Khodriansyah.
Setiap Gapoktan yang telah menerima bantuan diminta untuk segera memanfaatkan untuk melakukan tahapan lainnya.
“Karena kalau dana yang sudah disalurkan ini tidak digunakan selama 6 bulan, maka akan kembali ditarik, sehingga setelah anggaran masuk maka proses pembersihan lahan dan penanaman harus segera dilakukan,” pungkas Irlan. (enn/beritasampit.co.id)












