SAMPIT – Ratusan rumah warga di Desa Tumbang Koling, Kecamatan Cempaga Hulu, Kotawaringin Timur (Kotim) terendam banjir akibat hujan deras yang melanda wilayah tersebut beberapa hari terakhir.
Derasnya arus air juga menyebabkan banyak ternak warga hanyut, menimbulkan kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat setempat, serta menggangu aktivitas warga.
Kedalaman bervariasi, sebagian rumah tergenang, ada yang setinggi betis hingga lutut orang dewasa.
Menurut warga setempat Mering Esser, banjir kali ini merupakan yang terbesar dibandingkan kejadian sebelumnya.
Selain curah hujan yang tinggi, kerusakan lingkungan menjadi salah satu faktor utama, semakin banyak hutan yang hilang diganti dengan perkebunan kelapa sawit.
“Ini bukan hanya karena hujan lebat, tetapi juga karena hutan sudah tidak ada lagi untuk menyerap air. Ditambah lagi infrastruktur perkebunan sawit yang membuat air tidak bisa mengalir dengan baik. Akibatnya, banjir semakin parah,” ujar Mering pada Minggu 5 Januari 2025.
Warga berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini, termasuk memperhatikan dampak pembangunan yang merusak lingkungan.
Selain itu, bantuan sangat diperlukan untuk meringankan beban warga yang terdampak.
(Nardi)












