DPRD Kotim Tegaskan Pentingnya Penggunaan Kapal Pandu di Sungai Mentaya untuk Keselamatan

IST/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Kotim SP Lumban Gaol bersam anggota dewan lainnya saat meninjau K3 di salah satu pelabuhan di Sampit.

SAMPIT – Anggota DPRD (Kotim) menyoroti pentingnya penggunaan kapal pandu bagi kapal-kapal yang melintas di Sungai Mentaya. Hal ini guna memastikan keselamatan pelayaran dan mencegah potensi kecelakaan di perairan tersebut.

Anggota DPRD Kotim, Dadang H Syamsu menegaskan bahwa regulasi dan pelayanan bagi pengguna jasa pelayaran harus menjadi perhatian utama.

“KSOP dan pihak Pelindo yang beroperasi di wilayah itu harus mengutamakan aspek keselamatan,” kata Dadang, Senin 3 Februari 2025.

Ia menyebutkan Sungai Mentaya memiliki arus yang tidak bisa dianggap remeh. Jika kapten kapal sudah mengenal alur, mungkin bisa menghindari bahaya. Namun, bagi yang baru masuk tanpa kapal pandu, risiko kecelakaan sangat tinggi.

Ia mengingatkan beberapa insiden yang pernah terjadi akibat tidak adanya kapal pandu, seperti tabrakan kapal dengan fender tiang Jembatan Mentaya (Bajarum) beberapa tahun lalu serta insiden kapal besar yang menyerempet lanting milik warga.

“Kami melihat Sungai Mentaya ini digunakan untuk berbagai aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, kami ingin memastikan kapal pandu benar-benar berfungsi optimal dalam melayani kapal-kapal yang melintas,” tambahnya.

Hal senada disampaikan anggota DPRD Kotim lainnya, SP Lumban Gaol. Ia menilai keselamatan pelayaran di Sungai Mentaya masih belum mendapatkan layanan maksimal dari penyedia jasa, termasuk dalam hal kapal pandu.

“Ini perlu evaluasi dan pembenahan agar kecelakaan di alur sungai bisa dihindari. Seharusnya, kapal-kapal besar yang masuk dari muara ke dalam perairan wajib didampingi kapal pandu, namun faktanya masih banyak yang tidak,” tegasnya.

Sebagai bagian dari pengawasan, DPRD Kotim telah melakukan peninjauan terkait aspek keselamatan dan keamanan kerja di salah satu pelabuhan di Sampit. Hasil dari tinjauan ini diharapkan menjadi dasar perbaikan dalam sistem pelayanan kapal pandu di Sungai Mentaya.

baca juga ...  DPRD Kotim Bahas Aturan Jarak Ritel Modern agar Tak Matikan Warung-Pasar Tradisional

(nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!