SAMPIT – Ustaz Ahmad Rayyan Zuhdi Abrar, yang dikenal sebagai Guru Royyan, menegaskan bahwa praktik sabung ayam yang semakin marak di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tidak hanya melanggar hukum negara, tetapi juga jelas diharamkan dalam ajaran Islam.
“Kita khawatir dampak dari sabung ayam ini akan berujung pada perjudian yang lebih luas, menimbulkan gejolak sosial, dan membuat daerah kita tidak aman. Hanya karena segelintir orang yang mengabaikan larangan, kondisi Kotim bisa menjadi tidak kondusif,” ungkap salah satu ulama di Kotim ini, Jumat 7 Februari 2025.
Ia mengingatkan agar masyarakat tidak menganggap sabung ayam sebagai sekadar hobi, karena praktik ini berpotensi memicu konflik dan ketidakstabilan.
“Nauzubillah, jangan sampai terjadi kerusuhan hanya karena mengabaikan larangan agama dan hukum, dalam hadits yang berbunyi “Dari sahabat Ibnu Abbas, ia berkata, Rasulullah SAW melarang kita mengadu binatang,” diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi,” ungkapnya.
Tentunya umat muslim sering mendengar hal itu, Islam secara tegas melarang segala bentuk adu binatang, baik itu ayam, jangkrik, atau semut. Mazhab Imam Syafi'i juga menyatakan bahwa mengadu hewan adalah haram karena tindakan tersebut menyakiti makhluk hidup.
Selain larangan agama, sabung ayam juga melanggar hukum negara karena tergolong dalam tindak pidana perjudian. Berdasarkan undang-undang perjudian di Indonesia, pelakunya bisa dikenakan hukuman penjara dan denda.
Maka dari itu kata dia polisi harus bertindak tegas, kalau perlu bakar arena sabung ayam dan kandang-kandang yang ada di sekitar arena, sebab jika tidak dihancurkan, selesai polisi pulang, penjudi pasti balik lagi kesana
Diberitakan sebelumnnya arena sabung ayam di Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 14, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, terus beroperasi dan semakin ramai. Akhir pekan ini, lokasi tersebut diperkirakan akan menjadi pusat perkumpulan penghobi sabung ayam dari berbagai daerah di Kalteng.
Meskipun aktivitas ini sudah mendapat perhatian dari kepolisian, para pemain tetap antusias menghadiri ajang tersebut. Seorang warga bernama Jaka mengungkapkan, setiap akhir pekan tempat itu selalu ramai karena peserta dari luar daerah turut diundang untuk bertanding.
(Nardi)












