Pemkab Perkuat Kesadaran , Aparatur Didorong Lebih Responsif

BITRO/BERITASAMPIT - Penjabat Sekda , Deddy Ferras saat memberikan sambutan.

KASONGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) menggelar sosialisasi pedoman teknis /Kelurahan Sadar dan Paralegal Justice Award (PJA) yang diikuti oleh para kepala , lurah, dan camat se-Kabupaten pada tahun 2025.

Dalam sambutannya, Pj Sekda , Deddy Feras, mengapresiasi seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan acara ini. Ia menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bukti nyata komitmen bersama dalam mewujudkan dan kelurahan yang lebih sadar serta menjunjung tinggi nilai keadilan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Kesadaran adalah aspek fundamental dalam menciptakan masyarakat yang adil, harmonis, dan sejahtera. Untuk itu, perlu dibentuk wadah yang menghimpun masyarakat dengan kemauan meningkatkan pemahaman , baik untuk diri sendiri maupun kelompoknya,” ujar Deddy Feras, Rabu 12 Februari 2025.

Ia menambahkan bahwa pembentukan /Kelurahan Sadar berperan penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam menegakkan supremasi di lingkungannya.

“Dalam upaya ini, kita menghadapi tantangan seperti minimnya pemahaman , keterbatasan akses informasi , serta rendahnya kesadaran dalam penyelesaian masalah yang benar. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama dengan pendekatan yang inklusif dan partisipatif,” katanya.

Selain itu, Deddy juga menyoroti pentingnya Paralegal Justice Award sebagai bentuk penghargaan bagi kepala dan lurah yang berperan aktif dalam penyelesaian masalah di wilayahnya. Program ini diharapkan tidak hanya mendorong kepemimpinan yang responsif terhadap isu , tetapi juga memperkuat peran aparatur dan kelurahan sebagai mediator dalam menjaga harmoni sosial.

“Tantangan terbesar adalah membangun kapasitas kepala dan lurah dalam menjalankan fungsi non-litigasi. Mereka harus mampu menjadi jembatan masyarakat dalam menyelesaikan persoalan tanpa selalu bergantung pada jalur pengadilan,” jelasnya.

baca juga ...  Tak Ada Data DID di APBD 2024, PKB Minta Pemkab Katingan Transparan

Untuk itu, lanjut Deddy, program seperti Non Litigation Peacemaker (NLP) menjadi langkah strategis dalam mendukung tujuan ini. Evaluasi terhadap program /Kelurahan Sadar dan PJA juga dinilai penting untuk memastikan efektivitasnya dalam meningkatkan pemahaman di masyarakat.

“Keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan dalam memberikan masukan dan umpan balik. Dengan adanya mekanisme pembinaan berkelanjutan, diharapkan para pemimpin dan kelurahan semakin mampu menjalankan peran mereka sebagai pemimpin yang sadar dan siap memberikan solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.

(Bitro)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!