Dua Tahun Sekolah Rakyat Kalteng: Cahaya Harapan di Bawah Jembatan Kahayan

SYAUQI/BERITASAMPIT - Suasana belajar anak-anak di Sekolah Rakyat Kalteng di bawah Jembatan Kahayan.

– Di bawah kokohnya Jembatan Kahayan, bukan hanya arus sungai yang mengalir, tetapi juga harapan bagi anak-anak yang haus akan ilmu. Sekolah Rakyat Kalteng, yang berdiri sejak 23 Februari 2023, kini genap berusia dua tahun, terus menyalakan semangat literasi di hati generasi muda .

Setiap Minggu sore, kawasan bawah jembatan berubah menjadi kelas penuh keceriaan. Gelak tawa anak-anak berpadu dengan semangat para relawan yang setia mendampingi mereka belajar. Ada sesi membaca, mewarnai, bimbingan belajar, hingga permainan edukatif yang membuat proses belajar tak hanya bermanfaat, tetapi juga menyenangkan.

Ikrimah (24), salah satu relawan yang bergabung sejak Juli 2023, awalnya mengenal komunitas ini lewat media sosial. Berniat mengisi waktu luang, ia justru menemukan panggilan hati menjadi bagian dari gerakan yang membawa perubahan nyata bagi anak-anak.

“Alasanku gabung karena gabut. Setiap Minggu sore dulu tidak ada kegiatan. Ketemulah Sekolah Rakyat Kalteng di Instagram, ternyata asik dan menyenangkan dan saya konsisten ikut sampai sekarang,” ujar Ikrimah, 23 Februari 2025.

Sekolah Rakyat Kalteng kata Ikrimah, tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga wadah bagi anak-anak untuk menemukan teman baru, mengeksplorasi kreativitas mereka, dan mendapatkan bimbingan dalam berbagai mata pelajaran seperti bahasa Inggris, matematika, serta membaca dan menulis. Semua kegiatan ini diberikan secara gratis, tanpa memandang latar belakang anak-anak yang datang.

Sekolah Rakyat Kalteng lahir dari tangan-tangan pemuda yang peduli terhadap pendidikan, salah satunya Wira Surya Wibowo, seorang pemuda asal yang melihat potensi besar untuk memberikan kepada anak-anak di wilayah tersebut.

Adanya sekolah Rakyat Kalteng mendapat respon positif dari anak-anak. Mereka antusias mengikuti setiap kegiatan yang diberikan. “Respon anak-anak cukup senang karena ada permainan, menggambar kemudian ada teman baru juga,” tambahnya.

baca juga ...  Pelajar SMP Alami Laka Tunggal di Tikungan Tajam Soekarno-G. Obos X, Motor Terjun ke Drainase

Dengan target anak usia 3 hingga 12 tahun, Sekolah Rakyat Kalteng juga terbuka bagi anak-anak yang putus sekolah dan ingin mendapatkan ilmu tambahan.

Lebih dari sekadar tempat belajar, Sekolah Rakyat Kalteng juga berupaya mengubah persepsi masyarakat terhadap lingkungan di bawah Jembatan Kahayan. Dari tempat yang sebelumnya identik dengan hal-hal negatif, kini menjadi ruang positif bagi masyarakat, khususnya anak-anak.

“Sekolah Rakyat Kalteng memberikan ruang kepada anak-anak untuk belajar di bawah Jembatan Kahayan. Supaya tidak jadi tempat yang negatif, tetapi menjadi tempat yang lebih positif untuk masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Sekolah Rakyat Kalteng, Riru Aprian Dami Ngindra mengatakan bahwa Sekolah Rakyat Kalteng mengajarkan semua mata pelajaran, tergantung pada minat anak-anak.

“Kita bebaskan mereka, anak-anak mau belajar apa,” ujarnya saat dibincangi.

Sekolah Rakyat Kalteng ini pertama kali dibentuk oleh Wira Surya Wibowa di , kemudian dikembangkan di Kalteng dengan mengumpulkan pemuda-pemudi yang memiliki niat sama dalam meningkatkan pendidikan. Sekolah ini terbuka untuk umum dan gratis.

Sekolah Rakyat Kalteng digerakkan oleh Pemuda-pemudi dari berbagai latar belakang mulai dari mahasiswa hingga pelajar. “Kita ini terbentuk karena ada kesamaan dan kepedulian tentang peningkatan pendidikan,” jelasnya.

Perkembangan Sekolah Rakyat Kalteng di wilayah ini sudah mulai terlihat di beberapa kabupaten seperti Sampit dan . Namun, yang aktif saat ini hanya di .

“Kita di bergerak karena banyak kampus dan banyakmahasiswa dari latarbelakang yang berbeda, keliatan mereka mau membantu secara sukarela disini,” pungkasnya.

(Syauqi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!