Legislator Kalteng Terima Aduan Pendamping di Wilayah Utara Kotim Soal Sulitnya Mediasi Permasalahan dengan PBS

NARDI/BERITA SAMPIT - Anggota DPRD Kalteng Abdul Hafid (kiri) saat reses mendengarkan aspirasi pendamping di Kotim.

SAMPIT – Anggota DPRD (Kalteng) Abdul Hafid menerima aspirasi saat agenda reses dari pendamping di wilayah utara Timur (Kotim) terkait konflik yang kerap terjadi antara masyarakat dengan perusahaan besar swasta (PBS).

Achmad Julianto, pendamping di Kecamatan Mentaya Hulu, menyoroti sulitnya mediasi antara masyarakat dan perusahaan karena keterbatasan wewenang. Menurutnya, penyelesaian konflik sering terhambat karena keputusan berada di manajemen perusahaan yang berkedudukan di pusat.

“Kami sebagai pendamping sering kali kesulitan dalam memediasi permasalahan dengan perusahaan. Diperlukan solusi agar masyarakat dan investor dapat berjalan berdampingan,” ujar Achmad.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Hafid menyatakan bahwa aspirasi ini akan dimasukkan dalam laporan reses dan dibacakan saat rapat paripurna DPRD Kalteng.

“Kami akan meneruskan persoalan ini ke pemerintah provinsi agar ada jalan keluar,” ungkap politisi PAN ini, Kamis 27 Februari 2025.

Konflik harus diselesaikan dengan duduk bersama dan berdiskusi secara terbuka, pemerintah tentunya juga ingin investasi bisa berdampingan dengan masyarakat.

Ia berharap ada regulasi bisa ditegakkan untuk perusahaan sehingga konflik bisa dihindari agar masyarakat dan PBS dapat hidup berdampingan tanpa konflik yang berkepanjangan. (nardi)

baca juga ...  Atap Ritel Modern di Pelantaran Terbang Diterjang Angin Kencang, Warga Panik Rekam Momen Mencekam
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!