Aksi Blokir Jalan oleh Warga Rongkang Lumpuhkan Akses PT GAP, Kini Situasi Berangsur Kondusif

IST/BERITASAMPIT - Pemortalan jalan yang dilakukan warga Dusun Rongkang.

SAMPIT – Aksi protes warga Dusun Rongkang, Kelurahan Bagendang Tengah, Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten , sempat memanas setelah warga memblokir jalan utama menuju kawasan perkebunan sawit milik PT Globalindo Alam Perkasa (GAP). Aksi yang dilakukan pada Sabtu 15 Maret 2025 tersebut praktis menghentikan aktivitas logistik perusahaan.

Namun, situasi kini dilaporkan telah berangsur kondusif. Kepastian ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Camat Mentaya Hilir Utara, Hasrul Hamid, yang turun langsung ke lokasi saat aksi berlangsung.

“Untuk situasinya sudah kondusif. Sabtu lalu saya datang ke lokasi menggantikan Pak Camat dalam upaya pendekatan persuasif kepada warga,” kata Hasrul, Selasa 18 Maret 2025.

Upaya yang dilakukan oleh berjalan lancar, warga menyetujui pembongkaran portal jalan.

“Alhamdulillah portal bisa dibongkar bersama-sama dengan warga,” katanya.

Hasrul mengungkapkan bahwa meskipun warga telah membuka akses jalan yang sebelumnya ditutup, kendaraan perusahaan terutama truk dan angkutan CPOmasih belum diizinkan melintasi jalur tersebut. Jalan memang terbuka, tapi tidak untuk armada perusahaan.

“Tidak di tutup. Akses umum dari PT lancar aja. Cuma yg ga bisa lewat truk CPO aja,” ujarnya.

Meski demikian, dirinya tidak tahu permasalahan janji dan tahun yang diberikan perusahaan kepada warga dusun Rongkang.

“Nah ini saya kurang mengikuti pak kalau masalah janji dan tahunnya. Kepala sama kepala Dusun yang mengerti terkait kapan janji tersebut,” ucapnya.

Dirinya mengungkapkan kalau pada Kamis 21 Maret 2025 nanti akan dilakukan mediasi secara terbuka yang akan dihadiri pemerintah daerah, pihak perusahaan PT GAP, dan juga pihak PLN.

Mediasi ini akan mempertemukan langsung pemerintah daerah, PT GAP, dan juga manajemen PLN Sampit.

baca juga ...  HR-V Putih Hantam Pembatas Jalan di Sampit, Polisi Duga Sopir Mengantuk

“Iya kamis ini akan ada mediasi, yang hadir kalau tidak berhalangan pak Bupati Kotim, Petinggi PT GAP, dan juga manajemen PLN Sampit,” ungkapnya.

Meski blokade jalan sudah dibongkar, ketegangan masih terasa. Warga tetap menutup akses jalan khusus bagi kendaraan perusahaan sebagai bentuk protes yang belum selesai.

(Oktavianto)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!