Pengawasan Lapas Dinilai Lemah, Peredaran Narkoba Masih Terjadi di dalam Sel

NARDI/BERITA SAMPIT - Wakil Ketua I DPRD Kotim Juliansyah.

SAMPIT – Kasus peredaran narkotika di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Sampit, Kabupaten Timur (Kotim), kembali menjadi sorotan. Dalam dua pekan terakhir, dua warga binaan tertangkap membawa sabu ke dalam lingkungan lapas.

pertama terjadi pada 16 Maret 2025, di mana seorang narapidana berinisial AT kedapatan menyelundupkan sabu yang disembunyikan dalam tahu isi. Diduga, barang haram tersebut akan diedarkan di dalam sel.

Kemudian pada 27 Maret, petugas kembali mengamankan sabu dari tangan warga binaan lain berinisial SO. Berat sabu yang disita sekitar 1,11 gram. Kedua kasus itu kini dalam penanganan Polres Kotim.

Wakil Ketua DPRD Kotim, Juliansyah, menanggapi serius kejadian tersebut. Ia menilai pengawasan di Lapas Sampit masih sangat lemah.

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa masih ada napi yang bisa berkomunikasi dengan pihak luar? Ini menunjukkan bahwa masih ada jalur komunikasi yang digunakan mereka dari dalam,” tegasnya, Senin 7 April 2025.

Menurutnya, selama masih ada celah komunikasi, maka penyelundupan dan peredaran narkoba sulit dihentikan.

“Lapas ini harus benar-benar steril dari pengaruh narkoba. Jangan sampai terus menjadi sorotan negatif,” lanjutnya.

Juliansyah juga mengingatkan bahwa dalam beberapa kasus, peredaran narkoba di dalam lapas tidak lepas dari peran oknum pegawai yang terlibat.

Mereka diduga bekerja sama dengan napi untuk mengendalikan jaringan dari dalam, sementara jaringan luar tetap berjalan.

“Kita tahu, jaringan narkoba bisa dikendalikan dari dalam sel karena dinilai sebagai tempat paling aman. Bahkan aparat penegak seperti polisi dan BNN pun tidak bisa sembarangan masuk ke dalam,” ungkapnya.

Ketua DPC Gerindra Kotim ini menekankan pentingnya komitmen kuat dari pejabat baru di Lapas Sampit untuk membersihkan lingkungan tersebut dari pengaruh narkoba dan jejaringnya, baik dari bandar hingga pengguna.

baca juga ...  Kelurahan di Palangka Raya Minta Perbaikan Jalan dan Fasilitas Publik

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!