KUALA KAPUAS – Keceriaan sore di tepian Sungai Kapuas berubah menjadi duka mendalam ketika dua pelajar SMP ditemukan tewas tenggelam, Kamis 10 April 2025. Peristiwa nahas ini terjadi di sekitar Jalan Kapten Tendean RT 05, Kelurahan Selat Hilir, Kecamatan Selat, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, sekira pukul 16.30 WIB.
Kapolres Kapuas AKBP Gede Eka Yudharma melalui Kasat Polairud AKP Junaidi menjelaskan bahwa kedua korban, Fito Firman dan Rendy Yohanes Surya Agus, awalnya berenang bersama sejumlah teman di dekat batang kayu yang menjorok ke sungai, tak jauh dari permukiman warga. Namun nahas, keduanya berenang menjauh dan mendadak panik.
“Saat itu korban sempat meminta tolong sambil saling berpegangan. Teman-teman mereka mencoba menolong, ada yang memegang tangan korban dari batang kayu, ada yang melemparkan tali. Tapi arus sungai lebih cepat menyeret keduanya ke dasar,” kata AKP Junaidi, Jumat 11 April.
Laporan warga langsung ditindaklanjuti dengan pengerahan tim gabungan yang terdiri dari Satpolairud Polres Kapuas, Ditpolairud Polda Kalteng, Korpolairud Baharkam Polri, Basarnas Kapuas, BPBD, serta relawan setempat. Pencarian dimulai sejak pukul 17.00 WIB.
Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 18.20 WIB, ketika jenazah Rendy Yohanes ditemukan di dasar sungai. Selang 15 menit kemudian, tubuh Fito Firman berhasil ditemukan dengan bantuan penyelam tradisional di lokasi yang tak jauh dari penemuan pertama.
Hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban. Keluarga pun menerima kejadian ini sebagai musibah dan menolak dilakukan visum.
Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan bahaya bermain di perairan tanpa pengawasan, sekaligus mengguncang hati warga Kapuas yang tengah menanti Ramadan dengan damai. (ds)












