KUALA PEMBUANG – Pemerintah Kabupaten Seruyan menegaskan komitmennya dalam menurunkan angka kemiskinan dan mempercepat pembangunan infrastruktur melalui Musrenbang RKPD tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 24 April 2025. Bupati Seruyan, Ahmad Selanorwanda, menyoroti isu kemiskinan sebagai tantangan strategis yang menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam penyusunan rencana kerja tahunan.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Seruyan berhasil ditekan dari 7,12% pada tahun 2023 menjadi 7,08% di tahun 2024. Walaupun penurunan ini terlihat kecil, namun menunjukkan adanya dampak positif dari strategi yang diterapkan, seperti pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, dan penguatan layanan dasar.
Pemerintah daerah juga telah membentuk Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) yang aktif menjalankan fungsinya. Ke depan, langkah-langkah strategis seperti program padat karya, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, serta penguatan mekanisme pengawasan program akan terus didorong.
Selain penanggulangan kemiskinan, percepatan pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus dalam RPJMD Kabupaten Seruyan tahun 2025-2029. Bupati menegaskan bahwa infrastruktur yang memadai adalah fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, membuka keterisolasian wilayah, serta memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan dasar.
“Peningkatan kualitas infrastruktur harus sejalan dengan pengembangan sumber daya manusia. Dua aspek ini menjadi pilar utama pembangunan yang berkelanjutan dan berkeadilan,” ujarnya.
Dalam Musrenbang RKPD ini, sebanyak 1.632 usulan dari masyarakat dan 779 pokok pikiran DPRD telah dibahas untuk mendukung pencapaian visi misi kepala daerah. Bupati berharap usulan yang diserap benar-benar selaras dengan fungsi dan tugas masing-masing perangkat daerah demi tercapainya tujuan pembangunan Kabupaten Seruyan tahun 2026.
(ASY)












