PALANGKA RAYA – Udang vaname menjadi harapan baru Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk menembus pasar ekspor.
Pemerintah provinsi melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislutkan) mempertemukan para pelaku usaha dan pembeli potensial dalam forum business matching, Selasa, 29 April 2025.
Langkah ini dinilai penting untuk memacu daya saing dan membuka akses pasar bagi komoditas unggulan perikanan daerah.
Forum yang berlangsung secara hybrid di Aula Dislutkan Kalteng itu difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, asosiasi, dan pelaku usaha adalah kunci,” ujar Direktur PDSPKP KKP, Tornanda Syaifullah.
Ia menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam memperkuat rantai pasok dan ekspor perikanan nasional.
Pusat produksi berada di kawasan Shrimp Estate Berkah, Kabupaten Sukamara. Luasnya mencapai 40,17 hektare dengan fasilitas lengkap: rumah pompa, pabrik es, gudang pakan, laboratorium kualitas air, hingga kendaraan berpendingin.
Kepala BLUD UPT PBAPL Shrimp Estate, Wahyu Marta Lukyanto, menyatakan kesiapan mereka memasok udang vaname berkualitas ekspor.
“Kami punya kapasitas tinggi, berkelanjutan, dan memenuhi standar internasional,” katanya.
Tahun lalu, produksi udang dari kawasan ini mencapai 114,8 ton. Tahun ini, pemerintah menargetkan 223 ton.
Dinas Kelautan dan Perikanan juga mengajukan dukungan teknis kepada KKP, mulai dari pengurusan dokumen ekspor, fasilitasi akses pasar, hingga logistik.
Kepala Dislutkan Kalteng, H. Darliansjah, menyebut kegiatan ini sebagai strategi penguatan hilirisasi sektor perikanan.
“Kami ingin menjadikan udang vaname sebagai penopang ekonomi pesisir dan penggerak pembangunan daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, program ini juga ditargetkan menyerap tenaga kerja lokal dan mempercepat terwujudnya Kalteng Berkah.
Kecil ukurannya, tapi besar nilai jualnya. Dari tambak di pesisir barat, Kalimantan Tengah bersiap mengekspor harapannya ke pasar dunia.
(Sya'ban)












