Investasi Kalteng Masih Didominasi Sektor Ekstraktif, UMKM Belum Terlibat Maksimal

SYAUQI/BERI SAMPIT - Jubir Fraksi Nasdem DPRD Kalteng, Asdy Narang.

– Fraksi NasDem DPRD (Kalteng) menyoroti dominasi sektor ekstraktif dalam realisasi investasi yang masuk ke daerah tersebut. Hal ini dinilai belum mampu mendorong hilirisasi dan industrialisasi secara optimal di tingkat lokal.

Juru Bicara Fraksi NasDem, Asdy Narang, mengatakan bahwa kinerja Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) pada tahun 2024 masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam memastikan agar investasi memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah dan penciptaan lapangan kerja.

“Meski tren investasi yang masuk ke terbilang meningkat, sayangnya sektor yang mendominasi masih didominasi oleh sektor ekstraktif seperti pertambangan dan perkebunan sawit skala besar yang belum mampu dalam mendorong hilirisasi dan industrialisasi di dalam daerah,” ujar Asdy saat membacakan pemandangan umum fraksinya terhadap LKPJ Gubernur Kalteng Tahun 2024, Belum lama ini.

Ia juga menambahkan bahwa target pertumbuhan investasi antara 6,2 persen hingga 7,0 persen masih menghadapi tantangan, terutama pada aspek kebijakan daerah yang belum mendukung deregulasi sektor penanaman modal.

“Sasaran untuk tercapainya target pertumbuhan investasi 6,2%-7,0% masih mengalami tantangan berupa aspek kebijakan daerah terkait deregulasi di bidang investasi,” tambahnya.

Mengacu pada Pasal 278 ayat (2) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Daerah, pemerintah daerah dapat memberikan insentif dan/atau kemudahan kepada masyarakat dan investor guna mendorong keterlibatan UMKM serta sektor swasta dalam pembangunan daerah.

Namun demikian, hingga kini regulasi mengenai pemberian insentif dan kemudahan investasi di belum pernah secara resmi disampaikan kepada DPRD Provinsi untuk dibahas bersama.

(Syauqi)

baca juga ...  Raperda Perlindungan Disabilitas Kalteng Resmi Disahkan Menjadi Perda
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!