Gotong Royong PWI Kotim, Simbol Kebersamaan yang Tak Lekang oleh Waktu

NARDI/BERITASAMPIT - Suasana gotong royong di PWI Kotim.

ANGGOTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Timur menggelar kegiatan gotong royong di sekretariat Jalan Ahmad Yani, Jumat 23 Mei 2024. Kegiatan ini menjadi momen kebersamaan untuk mempererat solidaritas dan menjaga lingkungan sekretariat yang selama ini menjadi rumah kedua bagi para wartawan. Ketua PWI Kotim Siti Fauziah berharap kegiatan tersebut bisa menjadi agenda rutin sebagai wujud kekompakan.

Ahmad Winardi

JUMAT 23 Mei 2025 menjadi pagi yang penuh makna di Jalan Ahmad Yani Sampit tepatnya di halaman Sekretariat Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Timur. Matahari belum sepenuhnya tinggi ketika segenap anggota PWI mulai berdatangan dengan semangat menggelora.

Mentari pagi memancarkan sinar keemasan, menyambut langkah-langkah mereka yang telah siap menyingsingkan lengan baju. Tanpa dikomando panjang, semua bergerak. Ada yang menyapu halaman, ada pula yang memunguti daun kering, membersihkan kaca jendela, memotong ranting-ranting pohon.

Sebagian mulai menyalakan api untuk membakar sampah yang dikumpulkan, hingga asap mulai mengepul karena basahnya rumput dan dedaunan oleh hujan tadi malam.

“Ayo tambahi lagi kayunya,” kata Hamim kepada rekanya untuk membawakan kayu, sementara ia tengah sibuk membuat api untuk membakar sampah.

“Hati-hati kabel diatas,” teriak yang lainnya ketika api itu menjadi sangat besar.

“Itu meja bakar ja Do,” kata rekan lainnya memerintahkan Rado yang baru datang untuk membakar meja yang sudah lapuk.

Bukan sekadar bersih-bersih, gotong royong ini menjadi penanda eratnya tali persaudaraan sesama insan pers.

Sekretariat PWI Kotim bukan sekadar bangunan biasa. Di sinilah para wartawan berkumpul sepulang liputan, berbagi cerita, bertukar informasi, dan tak jarang berbagi tawa dalam karaoke sederhana atau obrolan santai di ruang tengah. Tempat ini adalah rumah kedua, tempat tumbuhnya ide dan solidaritas. Maka merawatnya adalah bentuk cinta yang tak diucap, namun nyata melalui tindakan.

baca juga ...  Remaja 17 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Cempaga Hulu, Keluarga Terima Kejadian sebagai Musibah

Ketua PWI Kotim, Siti Fauziah, mengatakan kegiatan ini diharapkan menjadi rutinitas bersama. Ini bukan sekadar bersih-bersih, tapi wujud kebersamaan.

“Mari kita sama-sama bergotong royong membersihkan lingkungan sekretariat PWI,” ungkapnya.

Apalagi konferensi pemilihan ketua sudah selesai, kini saatnya semua pendukung bersatu kembali, tidak ada lagi sekat, semua satu dalam keluarga besar PWI.

Kegiatan gotong royong ini menjadi penegas bahwa PWI Kotim tetap solid dan siap menyongsong program-program ke depan.

Setelah lelah berjibaku dengan sapu, arit, dan keringat, para anggota mula duduk beristirahat, dengan disediakan makanan, roti, bubur kacang hijau, kopi panas mereka bercengkrama, berbagi cerita ringan, sesekali asap pembakaran sampah menusuk hidung dan mata rekan-rekan, tak ketinggalan sound sistem disetel untuk memeriahkan suasana.

Suasana terasa ringan, santai, dan penuh keakraban. Tak lama, datanglah momen yang dinanti: nasi bungkus. Meski sederhana, makan bersama usai kerja bakti memberi makna mendalam bahwa kebersamaan dan saling peduli adalah hal utama.

Matahari mulai meninggi. Beberapa mulai berkemas, mencuci tangan, merapikan diri. Sekretariat kini bersih dan rapi, memantulkan semangat baru. Wartawan kembali bersiap menjalankan tugas, mengetik berita hari itu, menjadi corong informasi bagi masyarakat Kotim. Gotong royong ini bukan hanya tentang bersih-bersih, tapi menjadi simbol kekuatan kekompakan sesama anggota.

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!