Korsleting Listrik Diduga Picu Kebakaran Belasan Rumah di Puntun, Kerugian Capai Rp1,8 Miliar

IST/BERITA SAMPIT - Petugas Pemadam Kebakaran saat melakukan pendinginan dilokasi rumah yang terbakar. IST/BERITA SAMPIT - Pelaku saat diamankan Tim Unit I Jatanras Satreskrim Polresta . SYAUQI/BERITA SAMPIT - Kepala Bidang Penagihan Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota , Eddy Sunarto saat diwawancarai awak media. IST/BERITASAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat menghadiri kegiatan Jalan Santai dan Sepeda Santai dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-79 di Halaman Mapolda Kalteng, Sabtu pagi, 21 Juni 2025. IST/BERITASAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah H. Agustiar Sabran saat memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Gunung Mas di Halaman Kantor Bupati Gunung Mas, Sabtu, 21 Juni 2025. IST/BERITASAMPIT - Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran didampingi Wakil Gubernur H. Edy Pratowo, Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, dan jajaran Forkopimda berfoto bersama usai memimpin Upacara Peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Gunung Mas, Sabtu, 21 Juni 2025. SYA'BAN/BERITASAMPIT - Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran.

– Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kota . Sebanyak 18 rumah dilaporkan hangus terbakar dalam musibah yang terjadi pada Sabtu 21 Juni 2025 sekitar pukul 04.30 WIB di Jalan Rindang Benua RT 02 dan RT 04 RW 26, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut.

tersebut diduga dipicu korsleting listrik dengan kerugian materil ditaksir mencapai Rp1,8 miliar.

Kapolsek Pahandut Kompol Volvy Apriana mengatakan, pihaknya bergerak cepat melakukan pengamanan dan koordinasi di lokasi kejadian melalui kehadiran Bhabinkamtibmas Kelurahan Pahandut, Bripka M. Hamsin.

“Bhabinkamtibmas kami langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan TKP, membantu pengaturan jalur evakuasi, serta menghimbau masyarakat agar tidak mendekat ke titik api demi kelancaran proses pemadaman,” terang Volvy.

Kebakaran diduga dipicu percikan api akibat korsleting listrik pada meteran di sebuah pos ronda yang menyatu dengan rumah milik warga bernama Imbrani. Api kemudian dengan cepat merambat ke rumah-rumah di sekitarnya yang mayoritas terbuat dari kayu dan berada di gang sempit, menyulitkan akses mobil pemadam.

Proses pemadaman berlangsung sekitar satu jam oleh petugas gabungan dari Dishut Kalteng, BNPB, BPBD, Pemkot , serta relawan dari berbagai organisasi dan masyarakat sekitar. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 06.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun dua warga mengalami luka ringan, yakni Ghajali Rahman (42) yang terluka di telapak kaki, serta Sufi (19) yang mengalami luka pada tangan dan lutut.

“Musibah ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bahaya listrik, terutama di lingkungan padat penduduk. Kami juga akan terus melakukan terkait pencegahan kebakaran,” tutup Volvy.

(Syauqi)

baca juga ...  Gelar Seni Budaya 2025: Merayakan Kreativitas dan Keberagaman Kalteng
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!