PALANGKA RAYA – Wakil Bupati Kapuas, Dodo, menegaskan komitmen penuh Kabupaten Kapuas dalam menurunkan angka stunting secara signifikan hingga mencapai 14,29 persen pada 2024. Keberhasilan itu ia sampaikan saat mempresentasikan capaian kinerja daerahnya pada Penilaian Kinerja Pelaksanaan Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Aula Orchid Aurila Hotel Palangka Raya, Senin 30 Juni 2025.
Dalam paparannya, Dodo menyebut angka stunting di Kapuas yang sebelumnya berada pada 42,37 persen pada 2019 berhasil ditekan lebih dari separuh hanya dalam lima tahun terakhir. Ia menilai penurunan ini merupakan buah dari kerja sama lintas sektor dan kesadaran masyarakat yang terus meningkat.
“Ini hasil gotong royong semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, dinas kesehatan, tenaga pendidik, kader PKK, hingga dukungan masyarakat yang semakin memahami pentingnya pencegahan stunting,” ujar Dodo, Selasa 1 Juli.
Ia menjelaskan, berbagai program intervensi spesifik dan sensitif telah dilaksanakan, seperti pemberian asupan gizi pada ibu hamil dan balita, peningkatan kualitas sanitasi, kampanye pola asuh, hingga penyediaan akses air bersih. Keseluruhan upaya ini dikoordinasikan melalui delapan aksi konvergensi yang menjadi indikator utama dalam percepatan penurunan stunting.
Menurut Dodo, keberhasilan Kabupaten Kapuas tak lepas dari dukungan aktif Tim Penggerak PKK yang gencar mengedukasi keluarga di pelosok desa. Ia menilai pendekatan door-to-door yang dilakukan para kader efektif dalam mengubah perilaku masyarakat terkait pola makan dan kebersihan lingkungan.
“Kunci kesuksesan ada di lapangan, di keluarga-keluarga kita. Ketika ibu-ibu di desa mulai sadar pentingnya gizi, maka kita bisa memutus mata rantai stunting,” tambahnya.
Dodo juga menekankan bahwa penurunan stunting bukan hanya soal data, tetapi menyangkut masa depan generasi Kabupaten Kapuas. Ia berharap penghargaan yang diraih Kapuas sebagai Kabupaten Inspiratif dapat memicu semangat semua daerah di Kalimantan Tengah untuk berkomitmen lebih kuat menuntaskan persoalan stunting.
Dirinya begitu mengapresiasi para pihak yang terlibat, termasuk pemerintah provinsi dan para mitra yang telah membantu melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Ia meyakini sinergi yang telah terjalin akan menjadi modal penting dalam mempertahankan, bahkan menurunkan lebih jauh angka stunting ke depan. (ds)












