Pedagang Keluhkan Double Retribusi Parkir di Taman Kota Sampit: Uang Mengalir ke Dua Arah

SATTAR/BERITA SAMPIT - Suasana sekitar taman kota Sampit yang nampak ramai oleh pengunjung dan pedagang gerobakan.

SAMPIT – Polemik pengelolaan parkir di kawasan Taman Kota Sampit, Kabupaten (Kotim), kembali mencuat. Para pedagang yang sehari-hari berjualan di sekitar taman mengeluhkan beban ganda pungutan parkir yang hingga kini belum mendapat kejelasan dari pemerintah daerah.

Pedagang mengaku hingga saat ini kerap kali membayar retribusi ke Dishub juga pihak pengelola parkir dimana setiap harinya mereka mengeluarkan uang sebesar sepuluh ribu rupiah.

Dengan adanya kegiatan yang melibatkan Dishub juga pihak pengelola parkir, pedagang merasa dirugikan karena melakukan pembayaran dua kali sehari.

Keterangan terkait dengan adanya kegiatan ini diungkapkan langsung pedagang yang berjualan di sekitar taman kota Sampit yang bernama Didin.

Dimana dirinya mengatakan bahwa setiap harinya mereka mengeluarkan uang sebesar sepuluh ribu rupiah dengan membayar ke pengelola parkir juga Dishub Kotim.

“Kami sebagai pelaku usaha merasa dirugikan karena adanya perbedaan pembayaran seperti ini,” ungkapnya, Jumat 4 Juli 2025.

Adapun saat itu, seorang oknum yang mengaku jika dirinya bekerja dibawah naungan pengembang atau pemegang hak atas pengelolaan parkir di taman kota maupun di pasar PPM Sampit.

Ketika ditanya lebih lanjut tentang identitasnya, oknum yang mengaku sebagai pengelola parkir di taman kota Sampit tersebut enggan berkomentar.

Sementara itu pihak Dishub menanggapi polemik yang terjadi saat ini yaitu dengan menarik retribusi dari pedagang gerobakan di sekitar taman kota Sampit.

Dijelaskan oleh Kabid Parkir Dishub Kotim Ahmad Taufik, bahwa benar adanya uang retribusi dari pedagang yang berjualan di sekitar taman kota sebesar lima ribu rupiah per gerobak dan menjadi pendapatan daerah.

“Kami hanya melaksanakan apa yang menjadi tugas pokok, salah satunya menarik uang retribusi dari pedagang yang menggunakan jalan daerah,” bebernya.

baca juga ...  Kebutuhan Beras di Kotim Sebanyak 198,04 kg/kapita/tahun

(Sattar)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!