PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Dinas Pendidikan mulai menyosialisasikan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh siswa SMA, SMK, dan SLB mengenakan lawung atau sumping aksesoris kepala khas Dayak setiap hari Kamis.
Kebijakan ini juga disertai imbauan untuk menggunakan bahasa Dayak dalam kegiatan sekolah, sebagai upaya pelestarian budaya lokal melalui sektor pendidikan.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, Muhammad Reza Prabowo mengatakan, sosialisasi sudah dilakukan ke sejumlah sekolah, namun proses adaptasi memerlukan waktu.
“Sudah kita sampaikan ke sekolah-sekolah. Namanya mengubah kebiasaan itu tidak bisa instan, perlu proses. Ini masih tahap awal, baru sosialisasi,” ujar Reza saat ditemui Sabtu malam, 12 Juli 2025, di kawasan Persemaian Permanen Modern Hiu Putih Berkah, Palangka Raya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak hanya mendorong penerapan kebijakan, tetapi juga akan menyiapkan fasilitas penunjangnya, termasuk pembagian lawung bagi siswa yang berasal dari keluarga tidak mampu.
“Nanti beberapa akan kami siapkan lawung-nya untuk sekolah-sekolah. Kalau siswa yang mampu, bisa membeli sendiri. Tapi kalau tidak mampu, akan kami bantu sediakan,” jelasnya.
Lebih dari sekadar simbol budaya, Reza juga mendorong agar kebijakan ini menjadi ruang kreativitas siswa.
Ia mengatakan lawung dapat dijadikan produk kerajinan tangan dalam kegiatan ekstrakurikuler atau mata pelajaran kewirausahaan.
“Lawung itu bisa diolah menjadi kerajinan. Siswa bisa dilibatkan untuk membuatnya, sehingga ada nilai edukatif dan keterampilan juga,” tambahnya.
Penggunaan bahasa Dayak, kata Reza, juga akan dipantau secara bertahap dan disesuaikan dengan kemampuan serta ketersediaan sumber daya di masing-masing sekolah.
Dengan adanya program ini, Pemprov Kalteng berharap generasi muda lebih mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya lokal mereka sendiri.
“Kita ingin budaya Dayak tidak hanya dilestarikan, tapi juga dihidupkan di lingkungan pendidikan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda Kalteng,” tutupnya.
(Sya'ban)












