RSUD Murjani Kembali Disorot, DPRD Kotim Desak Evaluasi Total Usai Pasien Meninggal Diduga Akibat Rujukan Lambat

NARDI/BERITASAMPIT - Anggota Komisi III DPRD Kotim SP Lumban Gaol.

SAMPIT – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di RSUD dr Murjani Sampit. Seorang pasien dilaporkan meninggal dunia diduga karena keterlambatan proses rujukan. ini memicu keprihatinan mendalam dari DPRD Timur (Kotim), khususnya dari Komisi III yang membidangi .

Anggota Komisi III DPRD Kotim, Sihol Parningotan Lumban Gaol, angkat suara dan menegaskan bahwa persoalan keterlambatan rujukan bukan hal baru.

“Kasus lambatnya pemberangkatan rujukan ke rumah sakit lain memang sangat sering terjadi di RSUD Murjani,” kata Lumban Gaol, Rabu 23 Juli 2025.

Dari penelusuran yang pernah dilakukan DPRD, penyebab keterlambatan itu antara lain kesiapan rumah sakit tujuan yang belum siap menerima pasien, serta kondisi pasien sendiri yang belum stabil untuk diberangkatkan.

Namun demikian, lanjutnya, petugas medis di RSUD dr Murjani diharapkan lebih sigap dan tanggap dalam merespons keluhan masyarakat.

Terutama dalam situasi gawat darurat seperti kasus yang baru-baru ini terjadi, di mana keluarga pasien mengeluhkan keterlambatan proses rujukan yang diduga menyebabkan kematian.

“Komunikasi yang disampaikan petugas RS kepada keluarga pasien juga sering kali tidak berjalan baik. Ini membuat keluarga merasa kebingungan dan tidak mendapat penjelasan yang memadai,” tegasnya.

Ia menekankan pentingnya evaluasi terhadap sistem rujukan di RSUD Murjani, terutama dalam mempercepat pengambilan keputusan dan pemberangkatan pasien, sekaligus memperbaiki komunikasi internal maupun eksternal.

“Kami berharap manajemen RSUD bisa meminimalkan permasalahan ini ke depan. Salah satu caranya dengan membuka komunikasi yang lebih humanis kepada keluarga pasien dan memperkuat koordinasi dengan rumah sakit rujukan yang selama ini menjadi tujuan utama pengiriman pasien dari Kotim,” ujar politisi Demokrat ini.

Diberitakan sebelumnya, RN (29), salah satu keluarga pasien, mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya penanganan di RSUD Murjani Sampit, hingga pasien keburu meninggal dunia, Senin 21 Juli 2025.

baca juga ...  Kuasai Lahan Plasma Bawa Nama Ormas Adat Hingga Kerahkan Preman, Koperasi Plasma di Kotim Alami Kerugian Hingga Miliaran Rupiah

Kisah tragis ini bermula saat RN membawa keluarganya yang sedang kritis mengalami penyumbatan jantung ke RSUD Murjani sekitar pukul 18.30 WIB.

Dokter yang menangani menyatakan pasien harus segera dirujuk ke . Namun alih-alih segera diberangkatkan, mereka justru diminta menunggu hingga 10 jam lamanya.

“Kami sampai di rumah sakit sekitar pukul 18.30 WIB pada Minggu 20 Juli 2025, tapi pihak rumah sakit bilang keluarga saya harus di rujuk ke dan dirujuknya menunggu pukul 04.00 WIB,” kata RN.

Namun RN bersama keluarga harus menelan duka mendalam karena pasien yang sakit telah meninggal dunia sekitar pukul 00.30 WIB sebelum sempat dirujuk ke .

(Nardi)

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!