PULANG PISAU – Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kalimantan Tengah, Agus Sahat Sampe Tua Lumban Gaol, bersama Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Hermanto, meninjau langsung program cetak sawah rakyat di Desa Mintin, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Minggu 10 Agustus 2025.
Kedatangan rombongan disambut oleh Bupati Pulang Pisau H Ahmad Rifa'i, didampingi Dandim 1011/KLK Letkol Inf Bayu Adji, dan Kepala Kejaksaan Negeri Pulang Pisau Erny Veronica Maramba. Mereka bersama-sama melihat dari dekat lahan yang menjadi salah satu fokus program peningkatan ketahanan pangan di daerah tersebut.
Program cetak sawah rakyat di Desa Mintin ini digarap melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) dengan melibatkan masyarakat setempat. Lahan yang sebelumnya kurang produktif dioptimalkan menjadi areal persawahan, diharapkan mampu meningkatkan produksi padi sekaligus pendapatan petani.
Menurut Kajati Agus Sahat, pengawalan program seperti ini penting untuk memastikan pemanfaatan lahan berjalan sesuai rencana dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan agar program benar-benar tepat sasaran,” ujarnya.
Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian Hermanto menambahkan, Pulang Pisau memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan di Kalimantan Tengah.
“Melalui cetak sawah rakyat, kita berupaya memperluas areal tanam dan memaksimalkan ketersediaan air, sehingga hasil panen bisa lebih optimal,” katanya.
Bupati Ahmad Rifa'i menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan lembaga penegak hukum dalam pengembangan pertanian daerah.
“Sinergi ini memberi semangat baru bagi petani, sekaligus menjadi jaminan bahwa program dijalankan secara transparan dan akuntabel,” ucapnya.
Di sela kunjungan, rombongan juga berbincang langsung dengan petani terkait kendala dan harapan mereka. Beberapa petani mengungkapkan kebutuhan akan bantuan sarana irigasi dan peralatan tanam untuk mempercepat proses olah lahan.
Kunjungan ditutup dengan peninjauan jaringan irigasi dan pemantauan kesiapan lahan untuk musim tanam berikutnya. Semua pihak berharap program ini dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam mengelola lahan tidur menjadi sumber produksi pangan berkelanjutan. (ds)












