Beli BBM di Kalteng, Perusahaan Berpotensi Sumbang PAD Tambahan Rp 1,8 Triliun

SYA'BAN/BERITASAMPIT - Wakil Gubernur , H. Edy Pratowo, memberikan keterangan kepada wartawan terkait potensi PAD dari sektor BBM di Kantor DPRD Kalteng, Selasa pagi, 2 September 2025.

– Pemerintah Provinsi (Pemprov) (Kalteng) meminta perusahaan yang beroperasi di wilayah setempat agar membeli bahan bakar minyak (BBM) dari Kalteng.

Kebijakan ini diperkirakan mampu menambah pendapatan asli daerah (PAD) hingga Rp 1,8 triliun.

Wakil Gubernur Kalteng, H. Edy Pratowo, menjelaskan potensi pendapatan dari sektor BBM berdasarkan perhitungan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kalteng mencapai Rp 3 triliun. Namun, realisasi saat ini baru sekitar Rp 1,2 triliun.

“Sekarang yang baru terserap itu Rp 1,2 triliun, yang masuk sudah. Berarti masih ada sekitar Rp 1,8 triliun potensi pendapatan kita dari sini,” kata Edy saat ditemui wartawan di Kantor DPRD Kalteng, Selasa pagi, 2 September 2025.

Menurut Edy, potensi tersebut bisa dimaksimalkan apabila komunikasi dengan perusahaan dilakukan lebih intensif.

Ia menyoroti masih banyak pelaku usaha di Kalteng yang membeli BBM dari luar daerah.

“Banyak para pelaku usaha di tempat kita ini yang masih menggunakan BBM dari luar, beberapa menggunakan BBM dari Petra, padahal BBM kita potensinya besar,” ujarnya.

Edy menambahkan, Pemprov saat ini masih menginventarisasi perusahaan yang membeli BBM dari luar Kalteng.

Jika semua perusahaan beralih membeli BBM di daerah, maka PAD dari sektor ini berpeluang mencapai Rp 3 triliun.

“Kalau saat ini sekitar Rp 1,2 triliun lebih. Berpotensi mencapai Rp 3 triliun kalau perusahaan mengambil BBM di wilayah kita,” ucapnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran juga menegaskan agar seluruh perusahaan ikut berkontribusi meningkatkan PAD.

Hal itu ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi Optimalisasi Pendapatan Daerah Tahun 2025 di Aula Eka Hapakat, Kantor Gubernur Kalteng, , Kamis, 12 Juni 2025.

Dalam kesempatan tersebut, Agustiar menekankan agar perusahaan membeli BBM di Kalteng, membayar gaji karyawan, dan menabung di Bank Kalteng.

Selain itu, perusahaan yang menggunakan alat berat juga diminta membayar pajaknya di Kalteng, mengingat fasilitas jalan dan sumber daya yang dimanfaatkan berasal dari daerah.

“Masih banyak saya rasa yang bisa dioptimalkan untuk meningkatkan pendapatan daerah,” tandas Agustiar.

(Sya'ban)

baca juga ...  Jimmy Carter Bidik Kemenangan di PSU Barut, Gandeng Pengaruh Besar Koyem
Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!