PALANGKA RAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Tengah menyelenggarakan Pelantikan dan Pengukuhan Komunitas Literasi dan Inklusi Keuangan (LINK) Kalteng Generasi ke-5. Pelantikan ini turut disaksikan oleh perwakilan pengurus Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Provinsi Kalimantan Tengah dan perwakilan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di Provinsi Kalimantan Tengah.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran generasi muda dalam memperluas jangkauan literasi dan inklusi keuangan di daerah.
Andrau Boston Togatorop resmi terpilih sebagai Ketua LINK Kalteng generasi ke-5. Dalam sambutannya, Andrau menyampaikan komitmen generasinya untuk melanjutkan peran LINK sebagai mitra edukasi masyarakat.
“LINK Kalteng generasi ke-5 siap menjadi mitra OJK dalam membawa literasi keuangan lebih dekat ke masyarakat, khususnya generasi muda. Kami berkomitmen menyampaikan edukasi keuangan secara kreatif, mudah dipahami, dan bermanfaat nyata bagi daerah,” ucap Andrau, Sabtu 4 Oktober 2025.
Ketua FKIJK Provinsi Kalimantan Tengah yang dalam hal ini diwakili oleh Sekretaris FKIJK Provinsi Kalimantan Tengah, Ahmad Guniardi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas lahirnya LINK Kalteng generasi ke-5 yang dinilai sebagai mitra penting dalam mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan.
“LINK Kalteng menjadi jembatan penting antara industri jasa keuangan dan masyarakat, khususnya generasi muda. Kami berharap anggota LINK dapat menjadi agen edukasi yang inovatif dan kreatif, membawa literasi keuangan ke tingkat yang lebih luas dan mudah dipahami,” tambahnya.
Kepala OJK Provinsi Kalimantan Tengah, Primandanu Febriyan Aziz, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran generasi muda dalam mengawal literasi keuangan dan mengajak masyarakat agar lebih bijak dalam memanfaatkan produk keuangan.
“Melalui edukasi yang kreatif, komunikatif, dan sesuai dengan kearifan lokal, Duta Literasi Keuangan LINK Kalteng berperan memperluas akses masyarakat agar mampu memanfaatkan produk dan layanan keuangan formal secara bijak. Dengan demikian, peran duta tidak hanya memperkuat literasi keuangan, tetapi juga menumbuhkan inklusi keuangan yang berkelanjutan demi terwujudnya masyarakat yang lebih sejahtera,” lanjutnya.
Usai pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan Training of Trainers (ToT) yang menghadirkan beragam narasumber. OJK Provinsi Kalimantan Tengah memberikan materi tentang pengenalan OJK, kewaspadaan terhadap judi online dan investasi ilegal, serta perencanaan keuangan yang bijak.
Bank Indonesia memaparkan materi mengenai sistem pembayaran dan kampanye Cinta, Bangga, Pakai Rupiah untuk mendorong pemanfaatan layanan pembayaran digital yang aman dan efisien. Bank Kalteng menyampaikan peran perbankan dalam mendorong perekonomian daerah dan memperkuat UMKM.
Selain itu, Risza Haitami membekali peserta dengan keterampilan public speaking, strategi personal branding, serta cara menjadi konten kreator kreatif untuk menyampaikan pesan literasi keuangan secara menarik. Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup sesi ToT dengan paparan mengenai peran BEI dalam perekonomian nasional serta pengenalan pasar modal.
“Melalui kegiatan ini, OJK Provinsi Kalimantan Tengah berharap anggota LINK Kalteng generasi ke-5 dapat menjadi agen literasi dan inklusi keuangan yang inspiratif, kreatif, dan mampu berkontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman keuangan masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah,”ungkapnya. (yud)












