PALANGKA RAYA – Kekayaan sumber daya alam Kalimantan Tengah (Kalteng) kembali menarik perhatian dunia internasional. Pemerintah Rusia menyatakan minat untuk menanamkan investasi di Bumi Tambun Bungai, khususnya di sektor energi dan pengolahan sumber daya mineral.
Niat tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, saat melakukan kunjungan kehormatan kepada Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, di Ruang Rapat Gubernur, Palangka Raya, Selasa, 7 Oktober 2025.
Dalam pertemuan itu, Dubes Sergei menyampaikan bahwa pihaknya membawa sejumlah pelaku usaha Rusia untuk menjajaki peluang kerja sama investasi strategis di Kalimantan Tengah.
“Kami melihat Kalimantan Tengah memiliki potensi besar, terutama di bidang energi dan mineral. Kami siap menjajaki kerja sama dalam pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) dan smelter bauksit untuk memproduksi alumina,” ujar Sergei Tolchenov.
Ia menambahkan, Rusia tidak hanya ingin berinvestasi, tetapi juga mendukung visi pembangunan daerah yang dicanangkan Gubernur Agustiar Sabran.
“Jika kami berinvestasi di sini, kami ingin membantu Gubernur mewujudkan visi membangun Kalimantan Tengah yang mandiri dan berdaya saing,” imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Gubernur Agustiar Sabran menyampaikan apresiasi dan menyambut baik komitmen Rusia untuk berinvestasi di wilayahnya.
Ia menegaskan bahwa Kalimantan Tengah memiliki berbagai potensi sumber daya yang siap dikembangkan dengan dukungan teknologi dan investasi dari luar negeri.
“Kami menyambut baik niat Rusia untuk berinvestasi di Kalimantan Tengah. Daerah kami memiliki sumber daya alam melimpah — mulai dari batu bara, silika, bauksit, bijih besi, hingga emas,” ujar Agustiar.
Menurutnya, kerja sama dengan Rusia akan membuka peluang baru bagi pengembangan industri pengolahan hasil tambang dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam di dalam daerah.
“Kami ingin agar hasil alam Kalteng tidak hanya dikirim mentah ke luar, tetapi diolah di sini agar memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain sektor energi dan mineral, Gubernur juga menilai kerja sama dengan Rusia bisa diperluas ke bidang teknologi, pendidikan, dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“Kami terbuka untuk menjalin kolaborasi yang lebih luas, termasuk transfer teknologi dan peningkatan SDM lokal agar masyarakat kita siap menghadapi tantangan pembangunan ke depan,” ucapnya.
(Sya'ban)












