PALANGKA RAYA – Pemerintah Kabupaten Murung Raya, Kalimantan Tengah, terus mendorong percepatan pembangunan Bendungan Muara Joloi yang telah masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN). Proyek tersebut dinilai penting untuk pengendalian banjir dan pengembangan energi terbarukan di wilayah setempat.
Wakil Bupati Murung Raya, Rahmanto Muhidin, mengatakan proyek tersebut sudah mendapat perhatian dari pemerintah pusat, namun pelaksanaannya belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
“Sejauh sampai hari ini sudah masuk proyek nasional strategis nasional (PSN), ya. Namun karena program nasional seperti MBG Sekolah Rakyat, kemudian program nasional Koperasi Desa Merah Putih, sehingga kelihatannya tetap ada, tetap muncul, tetapi belum dapat dilaksanakan tahun-tahun ini,” ujar Rahmanto usai menghadiri pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Jumat, 10 Oktober 2025.
Rahmanto menyebut masyarakat Murung Raya menaruh harapan besar agar pembangunan Bendungan Muara Joloi dapat segera direalisasikan.
“Harapan masyarakat Kabupaten Murung Raya ini bisa terlaksana dalam waktu, ya, paling lama lima tahun ke depan,” katanya.
Menurutnya, pembangunan bendungan ini tak hanya untuk menata dan mengelola sumber daya air, tetapi juga menjadi solusi jangka panjang dalam mengurangi risiko banjir.
“Itu salah satu upaya untuk menata atau mengelola atau mengurangi banjir di wilayah Kabupaten Murung Raya, termasuk salah satu untuk pembangkit listrik tenaga air,” tambahnya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar proyek ini dapat segera masuk tahap pelaksanaan.
“Ya, harapannya ada ke depan, mudah-mudahan,” ujarnya singkat.
Pemerintah daerah menilai pembangunan Bendungan Muara Joloi strategis bagi masa depan Murung Raya, tidak hanya dalam hal mitigasi bencana, tetapi juga untuk memperkuat ketahanan energi dan mendukung pembangunan berkelanjutan di kawasan tersebut.
(Syauqi)












