SAMPIT – Setelah hampir sepekan pencarian tanpa henti, tim gabungan akhirnya kembali menemukan satu jenazah korban tenggelamnya Tugboat Datine 138 di perairan Kalap Seban, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, pada Minggu 12 Oktober 2025 pagi. Penemuan ini menambah daftar korban yang berhasil dievakuasi menjadi tiga orang.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan bahwa jenazah ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB dalam kondisi mengapung tak jauh dari area pencarian utama.
“Kami melaporkan pada pukul 10.00 WIB telah ditemukan jenazah ketiga. Sekitar pukul 12.10 WIB jenazah dirujuk ke RSUD dr. Murjani Sampit untuk dilakukan proses visum. Tiba di rumah sakit sekitar pukul 13.45 WIB,” jelasnya.
Multazam menerangkan, operasi pencarian hari keenam ini merupakan bagian dari kegiatan SAR gabungan di wilayah perairan Ujung Pandaran hingga Kalap Gadur.
Pos lapangan dipusatkan di Tebing Kalap, Kecamatan Teluk Sampit. Dalam kegiatan ini, BPBD Kotim menurunkan enam personel beserta perlengkapan pendukung seperti perahu karet bermesin 15 PK, pelampung keselamatan, drone, serta genset penerangan.
Selain BPBD Kotim, unsur SAR yang terlibat meliputi Tim Rescue Pos SAR Sampit, TNI AL Posbinpotmar Samuda, dan Polairud Polda Kalteng. Cuaca di lokasi saat operasi berlangsung dilaporkan berawan, namun kondisi masih memungkinkan bagi tim untuk melanjutkan pencarian.
Dua jenazah sebelumnya telah ditemukan pada Jumat 10 Oktober 2025 dan berhasil diidentifikasi sebagai Pujiono (Kepala Kamar Mesin) dan Agus Sugianto (Pengawal Kapal).
Sementara satu korban lainnya, Cahyo, yang merupakan juru mudi kapal, masih menunggu hasil visum diduga merupakan jenazah ketiga.
Kapten kapal, Ode Zulfika (61), sebelumnya ditemukan selamat oleh nelayan di perairan Pagatan setelah mengapung tujuh jam Selasa 7 Oktober 2025. (Nardi)











