PALANGKA RAYA – Kepala Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Agus Candra, menegaskan bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis sangat bergantung pada ketersediaan bahan pangan segar yang aman, sehat, dan bermutu.
Menurutnya, bahan pangan yang digunakan harus berasal dari sumber yang menerapkan praktik budidaya, penanganan, dan distribusi yang baik, sehingga bebas dari cemaran biologis, kimia, maupun fisik.
“Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis memerlukan jaminan ketersediaan bahan baku pangan segar yang aman, sehat, dan bermutu. Bahan pangan segar dari petani harus berasal dari sumber yang menerapkan praktik budidaya dan distribusi yang benar,” ujar Agus Candra dalam keterangannya dikutip, Senin, 27 Oktober 2025.
Ia menambahkan, dukungan dari lembaga pengawas keamanan pangan seperti OKKPD serta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan menjadi faktor penting dalam memastikan proses sertifikasi dan pengawasan mutu pangan berjalan optimal.
Agus menilai, program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi masyarakat, tetapi juga mendorong terciptanya sistem pangan nasional yang berkelanjutan, aman, dan sehat.
“Adanya sertifikat jaminan mutu dapat meningkatkan daya saing produk pangan lokal serta memperkuat kepercayaan konsumen. Ini juga sangat penting bagi satuan layanan pemenuhan gizi di daerah yang membutuhkan jaminan bahan pangan segar yang sehat dan layak konsumsi,” jelasnya.
Ia menekankan, penerapan standar keamanan pangan harus menjadi komitmen bersama seluruh pihak agar masyarakat memperoleh asupan bergizi tanpa mengabaikan aspek keselamatan konsumsi.
“Dengan pengawasan mutu yang ketat, kita tidak hanya menjaga kesehatan masyarakat, tetapi juga memperkuat fondasi sistem pangan daerah yang mandiri dan berkelanjutan,” pungkas Agus.
(Sya'ban)












