PALANGKA RAYA – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran memastikan akan memecat Kepala Dinas ESDM Vent Chrisway, yang kini menjadi tersangka dalam dugaan korupsi penjualan zirkon yang merugikan negara hingga Rp1,3 triliun di Kabupaten Gunung Mas.
“Kita hormati proses hukum yang berlaku ya,” kata Agustiar saat diwawancarai usai pembukaan Festival Olahraga dan Seni di SMAN 3 Palangka Raya, Senin, 15 Desember 2025.
Agustiar menegaskan pemecatan tersebut akan dilakukan sesuai aturan kepegawaian yang berlaku bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Dipecat, itukan prosedurnya pemerintah. pasti di (pecat). Saya pastikan itu ya,” tambahnya.
Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kalteng telah menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) terkait penjualan dan ekspor mineral zirkon, ilmenite, dan rutil oleh PT Investasi Mandiri (IM) sejak tahun 2020 hingga 2025.
Asisten Intelijen Kejati Kalteng, Hendri Hanafi, menjelaskan bahwa penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik memperoleh kecukupan alat bukti.
“Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi Kalimantan Tengah menetapkan dua orang tersangka, yaitu Vent Christway (VC) selaku Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Kalimantan Tengah, yang sebelumnya menjabat Kepala Bidang Mineral dan Batubara, serta Herbowo Seswanto (HS) selaku Direktur PT Investasi Mandiri,” ujarnya saat konferensi pers di Kantor Kejati Kalteng, Kamis, 11 Desember 2025 malam.
Aspidsus Kejati Kalteng, Wahyudi Eko Husodo, merinci bahwa Vent Christway diduga telah menyalahgunakan kewenangannya dengan memberikan persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT Investasi Mandiri untuk periode 2020 hingga 2025 yang tidak sesuai ketentuan.
la juga diduga menerima pemberian atau janji terkait penerbitan persetujuan RKAB dan penerbitan pertimbangan teknis perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP OP) PT Investasi Mandiri.
Sementara itu, Herbowo Seswanto selaku Direktur PT Investasi Mandiri diduga mengajukan permohonan RKAB yang tidak memenuhi syarat dan tidak sesuai aturan yang berlaku.
la juga diduga melakukan penjualan Zirkon beserta mineral turunannya, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor, secara tidak sah. Selain itu, ia diduga memberikan sesuatu kepada pegawai negeri terkait penerbitan RKAB dan pertimbangan teknis perpanjangan IUP OP perusahaan tersebut.
“Akibat adanya perbuatan melawan hukum dalam pemberian persetujuan RKAB dan perpanjangan IUP OP kepada PT Investasi Mandiri, telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp1,3 triliun dan saat ini masih dalam proses penghitungan oleh BPKP Pusat,” jelasnya. Investasi mineral
Terkait pasal yang disangkakan, Vent Christway dijerat Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 junto Pasal 18 junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 Ayat (2) atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Sementara itu, Herbowo Seswanto dijerat Pasal 2 Ayat (1) atau Pasal 3 junto Pasal 18 junto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP serta Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
“Untuk kepentingan penyidikan, tersangka VC dan tersangka HS dilakukan penahanan di Rutan selama 20 hari ke depan sejak tanggal 11 Desember 2025 di Rutan Kelas IIA Palangka Raya,” pungkasnya.
(Syauqi)












