KUALA KAPUAS – Dokter Spesialis Patologi Klinik RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Kuala Kapuas, dr. Alvin Hartanto Kurniawan, menegaskan bahwa HIV bukan lagi vonis kematian apabila terdeteksi sejak dini dan ditangani dengan pengobatan yang tepat, saat mengisi siaran edukasi kesehatan melalui RSPD 98,1 FM, Sabtu 20 Desember 2025.
dr. Alvin menjelaskan HIV atau Human Immunodeficiency Virus merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Ketika daya tahan tubuh terus menurun dan tidak mampu melawan infeksi, kondisi tersebut berkembang menjadi AIDS yang berisiko tinggi menyebabkan kematian akibat komplikasi penyakit.
Ia mengibaratkan sistem imun tubuh seperti pasukan pertahanan, sementara HIV menyerang bagian pengendali utama sistem tersebut. Seiring waktu, jika tidak diobati, infeksi lain seperti TBC, jamur, dan gangguan pencernaan akan mudah menyerang karena tubuh kehilangan kemampuan melawan penyakit.
Menurut dr. Alvin, HIV termasuk penyakit menular yang penularannya terutama melalui darah dan cairan seksual. Penularan dapat terjadi lewat transfusi darah yang tidak aman, penggunaan jarum suntik bergantian, hubungan seksual berisiko, serta dari ibu ke bayi saat proses persalinan apabila tidak dilakukan pencegahan sejak kehamilan.
Namun demikian, dr. Alvin menekankan bahwa saat ini HIV sudah dapat dikendalikan dengan obat antiretroviral (ARV) yang juga tersedia di RSUD Kapuas. Semakin cepat seseorang mengetahui status HIV-nya, semakin baik pula hasil pengobatan karena sistem imun belum mengalami kerusakan berat.
“Satu-satunya cara mengetahui HIV adalah melalui pemeriksaan darah. Di laboratorium RSUD Kapuas, pemeriksaan dilakukan berlapis dengan alat berakurasi tinggi, sehingga hasilnya sangat dapat dipercaya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pencegahan dengan menerapkan perilaku aman, seperti setia pada pasangan, menggunakan kondom, tidak menggunakan jarum suntik bekas, serta menghindari perilaku seksual berisiko sebagai langkah paling efektif mencegah penularan HIV.
Menutup penjelasannya, dr. Alvin mengajak masyarakat untuk tidak memberi stigma kepada penderita HIV. Menurutnya, HIV tidak menular melalui sentuhan fisik seperti berjabat tangan, berpelukan, atau cium pipi, sehingga penderita HIV harus tetap diperlakukan secara manusiawi dan didukung agar rutin menjalani pengobatan. (denny)












