KUALA KAPUAS – Wakil Bupati Kapuas, Dodo SP., menyatakan pihaknya siap menjadikan isu stunting sebagai prioritas utama yang terintegrasi dalam seluruh dokumen perencanaan daerah, termasuk RPJMD, usai menghadiri Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Kalimantan Tengah di Gedung Baperinda, Palangka Raya, Jumat 18 April 2025.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat dari Pemerintah Kabupaten Kapuas dalam mendukung percepatan penurunan stunting sebagai agenda nasional menuju Indonesia Emas 2045. Dodo menyebut, upaya ini tidak bisa dilakukan setengah hati dan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang solid serta komitmen dari seluruh pemangku kepentingan.
Sebelumnya, Rakor TPPS Provinsi dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah selaku Ketua TPPS Provinsi dan dihadiri para kepala OPD strategis provinsi, Ketua TP PKK Provinsi, serta lembaga vertikal seperti BKKBN dan BPKP. Dari unsur kabupaten/kota, tampak hadir para bupati/wakil bupati, kepala dinas teknis, serta Ketua TP PKK masing-masing daerah.
Tim Kabupaten Kapuas hadir dengan formasi lengkap, dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Dodo, didampingi oleh Plt. Kepala Bappelitbangda Romulus, Kepala Dinas Kesehatan dr. Tonun Irawaty, Kepala DPMD Budi Kurniawan, serta Kepala Dinas P3APPKB dr. Tri Setyautami. Ketua TP PKK Kabupaten Kapuas Hj. Siti Saniah Wiyatno turut hadir mendukung langkah-langkah strategis ini.
Dalam arahannya, Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri bersama Wakil Gubernur Kalteng menegaskan pentingnya integrasi penurunan stunting dalam dokumen perencanaan seperti RPJMD, RPJPD, Renstra, dan RKPD. Ini merupakan bagian dari Asta Cita ke-4 dalam visi Prabowo-Gibran yang menekankan pembangunan SDM unggul, layanan kesehatan, dan peran perempuan.
Pendekatan Aksi Konvergensi kini menjadi strategi utama dengan empat tahapan: analisis situasi, perencanaan, pelaksanaan, serta monitoring dan evaluasi. Indikator pun telah disederhanakan dari 61 menjadi 31 agar fokus dan terukur, sementara kelompok sasaran diperluas mencakup calon pengantin, ibu hamil, anak balita, hingga remaja putri.
Wabup Dodo menutup dengan penekanan bahwa Kapuas tidak akan sekadar menjalankan program, tetapi akan memastikan seluruh proses perencanaan dan penganggaran daerah benar-benar menyasar target penurunan stunting secara terukur dan berkelanjutan. “Tujuan akhirnya adalah mencetak generasi Kapuas yang sehat, kuat, dan siap bersaing di masa depan,” ujarnya. (ds)












