SAMPIT – Rangkaian kegiatan Sampit Expo 2026 resmi ditutup pada Rabu 14 Januari 2026. Ajang tahunan ini dinilai sukses dan memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah, dengan total perputaran uang dilaporkan mencapai sekitar Rp8 miliar selama sepekan pelaksanaan.
Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Juliansyah menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia atas penyelenggaraan expo tahun ini. Menurutnya, kualitas Sampit Expo 2026 dinilai lebih baik dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
“Expo tahun ini berjalan sukses dan terlihat lebih tertata dibandingkan 2025. Partisipasi OPD, pelaku UMKM, serta antusiasme masyarakat sangat tinggi,” kata Juliansyah usai menghadiri penutupan kegiatan.
Ia menilai kehadiran stand pemerintah daerah, stand UMKM, serta berbagai perlombaan mampu menyemarakkan suasana expo.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah Festival Budaya Habaring Hurung yang dinilai berhasil menarik minat pengunjung dan memperkuat identitas budaya daerah.
“Harapan kami, kegiatan seperti ini benar-benar mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi Kotim,” ujarnya.
Juliansyah juga mendorong agar penyelenggaraan Sampit Expo ke depan dapat terus dikembangkan. Ia berharap panitia tahun 2027 dapat menghadirkan konsep yang lebih baik dan inovatif agar manfaatnya semakin luas dirasakan masyarakat.
Sampit Expo 2026 sebelumnya dibuka pada 7 Januari 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kotim.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopukmperindag) Kabupaten Kotim melaporkan bahwa Sampit Expo 2026 berlangsung sejak 7 hingga 14 Januari 2026 dan mencatat nilai transaksi ekonomi di kisaran Rp7 hingga Rp8 miliar.
“Selama sepekan ini, expo menjadi ruang pertemuan antara pelaku usaha, UMKM, dan mitra dagang. Bukan hanya pameran produk, tetapi juga wadah kolaborasi dan inovasi,” ujarnya saat menyampaikan laporan penutupan.
Jumlah pengunjung tercatat cukup tinggi, dengan rata-rata sekitar 5.500 orang per hari atau mencapai sekitar 44 ribu kunjungan selama pelaksanaan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah dari retribusi sewa lahan, parkir, tenda bazar, dan penggunaan listrik dengan total sekitar Rp65 juta.
Untuk menjaga daya beli masyarakat, Diskopukmperindag bersama Bulog serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan juga menggelar operasi pasar murah dengan menyalurkan sekitar 1.000 paket sembako selama expo berlangsung.
Kemeriuhan Sampit Expo 2026 turut diperkuat oleh Festival Budaya Habaring Hurung yang menampilkan 17 atraksi seni, permainan, dan olahraga tradisional. Selain itu, pameran Gelora Kriya Dekranasda Kotim 2026 di Gedung Futsal Indoor menghadirkan berbagai lomba kerajinan dan kreativitas yang diikuti peserta dari kecamatan hingga sekolah-sekolah se-Kotim. (nardi)












