PALANGKA RAYA – DPD PDI Perjuangan Kalimantan Tengah (Kalteng) menyuarakan optimisme terhadap sistem Pilkada langsung sebagai instrumen demokrasi yang paling tepat bagi bangsa.
Ketua Sementara Fraksi PDI-P DPRD Kalteng, Yohanes Freddy Ering, menyebutkan bahwa secara substansi, pemilihan langsung jauh lebih ideal dibandingkan jika mandat tersebut ditarik kembali ke lembaga legislatif (DPRD).
Terkait kekhawatiran maraknya money politic atau politik uang dalam pemilihan langsung, Freddy berpendapat bahwa persoalannya bukan pada sistem pemilihannya, melainkan pada integritas proses seleksi dan pengawasan di lapangan.
“Kalau sistemnya sih benar aja pemilihan langsung itu sangat ideal sangat demokratis tinggal bagaimana dalam hal seleksi pemilihan calon-calon yang berkualitas,” jelas Freddy, Kamis, 15 Januari 2026.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komitmen seluruh elemen politik untuk menjaga kemurnian suara rakyat dari pengaruh materi. Pengawasan ketat sejak dini, mulai dari tingkat internal partai dalam memberikan rekomendasi, dianggap sebagai kunci utama perbaikan kualitas demokrasi.
“Kemudian ya komitmen dalam rangka pemilihan yang bebas politik uang mulai dari buat rekomendasi partai ke partai kan itu yang harus diawasi dicermati lah secara ketat,” tambahnya.
Freddy menyimpulkan bahwa tidak ada alasan urgensi untuk mengubah mekanisme pemilihan kembali ke DPRD jika instrumen pendukungnya bisa diperbaiki.
“Kalau sistemnya sudah bagus, (tidak harus lewat DPRD),” tegasnya menutup pernyataan.
(Syauqi)












