SAMPIT – Dinas Sosial Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengajak seluruh kepala desa agar lebih proaktif mendata anak-anak dari keluarga kurang mampu di wilayah masing-masing untuk diusulkan masuk Sekolah Rakyat tahun ajaran 2026-2027.
Langkah ini dinilai penting agar program pendidikan yang digagas pemerintah pusat tersebut benar-benar menyasar anak-anak yang membutuhkan. Karena pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Wengga Metropolitan sudah dimulai sejak November 2025 dan ditargetkan selesai Juni 2026.
Kepala Dinas Sosial Kotim, Hawianan, menegaskan bahwa peran kepala desa sangat strategis dalam memastikan tidak ada anak putus sekolah, terutama dari kelompok masyarakat miskin.
Ia menyebutkan, anak-anak yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 menjadi prioritas untuk dapat mengenyam pendidikan melalui Sekolah Rakyat.
“Saat acara Musrenbang saya sampaikan pada kepala desa punya kepedulian moral untuk melihat langsung kondisi warganya. Anak-anak dari keluarga kurang mampu itu harus didata dan diajukan, supaya mereka bisa mendapatkan kesempatan sekolah di Sekolah Rakyat,” ujarnya, Selasa 27 Januari 2026
Hawianan mengungkapkan, nantinya data yang disampaikan kades akan diverifikasi semoga bisa memenuhi syarat untuk masuk SR.
Ketika SR baru dibuka tahun lalu masih terdapat beberapa kecamatan di Kotim yang belum mengirimkan satu pun siswa Sekolah Rakyat. Kondisi tersebut dinilai sangat disayangkan, mengingat masih banyak anak kurang mampu yang membutuhkan akses pendidikan layak.
Menurutnya, kendala tersebut terjadi karena sosialisasi yang masih terbatas serta waktu pendaftaran yang relatif singkat pada waktu itu. Ditambah lagi keterbatasan personel di lapangan juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjangkau seluruh desa.
“Empat kecamatan tidak mengirimkan calon siswa. Ini menjadi evaluasi bersama. Ke depan, kami berharap kepala desa lebih aktif melakukan pendataan agar peluang ini tidak terlewatkan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat direncanakan berlangsung pada Juni–Juli 2026, bersamaan dengan penerimaan siswa baru di sekolah reguler.
Jika pembangunan fisik selesai sesuai target, Sekolah Rakyat di Kotim akan melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas yang cukup besar yaitu 1000 siswa.
Dengan keterlibatan aktif pemerintah desa, Hawianan berharap Sekolah Rakyat dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang beruntung di Kotim, sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan melalui sektor pendidikan. (nardi)












