PALANGKA RAYA – Menjelang Bulan Suci Ramadan, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Palangka Raya akan mengintensifkan pengawasan terhadap peredaran obat dan makanan di wilayah Kalimantan Tengah.
Kepala Balai Besar POM di Palangka Raya, Ali Yudhi Hartanto, mengatakan bahwa pengawasan difokuskan pada produk pangan yang banyak dikonsumsi masyarakat selama Ramadan, seperti makanan siap saji, takjil, parcel, serta produk olahan lainnya.
“Memasuki Bulan Suci Ramadan, kami akan melakukan intensifikasi pengawasan, khususnya pada produk makanan, parcel, makanan siap saji, takjil, dan produk sejenis lainnya,” ucapnya, Selasa 27 Januari 2026.
Dalam pelaksanaan pengawasan tersebut, Balai Besar POM Palangka Raya akan menurunkan mobil laboratorium keliling untuk melakukan pengujian terhadap makanan yang beredar di masyarakat guna memastikan tidak adanya kandungan bahan berbahaya.
“Kami akan menurunkan mobil laboratorium keliling untuk menguji makanan-makanan tersebut, apakah mengandung bahan berbahaya atau tidak. Insya Allah, meskipun di bulan puasa, kami tetap bekerja menjalankan pengawasan,” tambahnya.
Selain itu, juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berperan aktif dalam melindungi diri dari peredaran obat dan makanan berbahaya dengan menerapkan prinsip Cek KLIK.
“Cek KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa. Jika Cek KLIK telah dilakukan, insya Allah produk yang dikonsumsi aman. Melalui langkah tersebut, BPOM Palangka Raya berharap masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan aman dari risiko obat dan makanan yang tidak memenuhi ketentuan,” ungkapnya. (yud)












