Jalan Walter Condrad Berubah Jadi Kubangan Lumpur, Proyek Galian PDAM Dikeluhkan Warga Baamang

NARDI/BERITASAMPIT - Kondisi Jalan Walter Condrad yang berlumpur dan becek karena pekerjaan proyek pipa PDAM.

SAMPIT – Proyek galian pipa PDAM di Jalan Walter Condrad, Kecamatan Baamang, Kabupaten (Kotim), menuai keluhan warga. Sejak pekerjaan dimulai pada Minggu lalu, ruas jalan tersebut berubah menjadi becek dan berlumpur, mengganggu aktivitas masyarakat serta pengguna jalan.

Pantauan di lokasi pada Rabu 4 Februari 2026 pekerjaan masih berlanjut ke titik berikutnya menunjukkan galian dilakukan hingga ke pinggir badan jalan aspal juga terkelupas.

Setelah tanah dibuka, permukaan aspal tertutup lumpur dan tanah basah. Akses jalan pun ditutup sementara, memaksa pengendara untuk memutar arah dan mencari jalur alternatif yang lebih jauh.

Kondisi ini semakin dirasakan memberatkan warga, terutama pada jam-jam sibuk aktivitas masyarakat, termasuk saat mengantar dan menjemput anak sekolah.

Salah satu warga yang melintas mengaku terganggu dengan penutupan jalan tersebut. Ia berharap pengerjaan proyek dapat segera diselesaikan.

“Kalau harus memutar, jaraknya jadi jauh. Apalagi untuk antar jemput anak sekolah. Jalan juga jadi becek dan berlumpur, aspalnya tertutup tanah,” ujar Ramadani.

Warga juga berharap setelah proyek selesai, kondisi jalan dapat dikembalikan seperti semula. Mereka menilai pengerjaan proyek seharusnya tetap memperhatikan dampak terhadap pengguna jalan dan lingkungan sekitar.

Menindaklanjuti keluhan masyarakat, Dinas Bina Marga Bina Kontruksi Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kabupaten Kotim melakukan inspeksi mendadak ke lokasi proyek pada Rabu. Sidak dipimpin oleh Kepala Bidang Bina Marga DSDABMBKPRKP Kotim, Nur Aina, bersama sejumlah rekan kerja.

Dalam kegiatan tersebut, pihaknya bertemu langsung dengan pengawas lapangan proyek untuk mempertanyakan pekerjaan proyek dan menegaskan agar setelah selesai kondisi jalan bisa kembali seperti semula.

“Dan kami menegaskan pekerjaan ini harus sesuai ketentuan yang sudah kami sampaikan saat memberikan izin pengerjaan ini,” ujarnya.

Diharapkan hal itu menjadi perhatian agar dampak terhadap masyarakat dapat diminimalkan selama proses pengerjaan berlangsung. (Nardi)

baca juga ...  SMP Negeri 1 Mentaya Hilir Selatan Adakan Lomba Fashion Show tingkat PAUD

Bagikan:
Berita Populer
error: Content is protected !!