SAMPIT – Ketua KONI Kotawaringin Timur (Kotim), Alexius Esliter, memastikan Kotim tetap ambil bagian dalam Pekan Olahraga Provinsi Kalimantan Tengah 2026 yang akan digelar di Kabupaten Kotawaringin Barat.
Hal tersebut disampaikannya usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Kotim, Kamis 19 Februari 2026. Ia menjelaskan, selama ini KONI belum dapat bergerak maksimal lantaran dana hibah tahun 2026 belum dicairkan.
“Kita sudah sampaikan kenapa belum bergerak. Alasannya karena anggaran belum dicairkan karena Dispora juga tak berani sebelum ada kejelasan mekanisme penambahan menjadi Rp3 miliar, dengan RDP ini kami harap semuanya menjadi terang,” katanya.
Sehingga ada tindak lanjut nantinya sampai pada pencairan dana hibah KONI. Kalau dana sudah cair, KONI bisa langsung melakukan persiapan ke cabor-cabor.
Alexius menegaskan, Kotim dipastikan ikut Porprov 2026. Namun persiapan memang terkendala waktu yang semakin sempit, terlebih batas akhir pendaftaran cabor dijadwalkan hingga 10 April 2026.
“Waktunya memang mepet, tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin. Tetap optimistis bisa memberikan yang terbaik. Itu juga sangat bergantung pada semangat cabang olahraga. Dan kami melihat semangat cabor-cabor masih sangat tinggi,” katanya.
Ia menambahkan, semangat tersebut menjadi modal penting bagi Kotim untuk tetap percaya diri menghadapi ajang olahraga tingkat provinsi itu. Apalagi sebelumnya Kotim sukses menjadi juara umum saat menjadi tuan rumah Porprov 2023.
Menurutnya, selama dana hibah belum dicairkan, KONI tidak bisa melakukan tahapan penting seperti seleksi atlet, pemusatan latihan, maupun pembinaan intensif.
“Dengan adanya RDP ini, kami yakin semuanya sudah lebih jelas. Tinggal bagaimana realisasinya. Kalau sudah ada kejelasan pencairan, kami langsung tancap gas,” ujarnya.
KONI akan melakukan penyesuaian dengan menentukan cabang olahraga prioritas. Fokus akan diberikan pada cabor-cabor yang dinilai memiliki peluang meraih medali.
“Seberapa banyak cabor yang ikut nanti akan kita sesuaikan dengan kemampuan dan prioritas. Tapi kami tetap optimis dengan semangat teman-teman cabor yang luar biasa,” tandasnya.
Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kotim Dadang H Syamsu menyampaikan hasil RDP terkait pengelolaan hibah daerah (KONI) dan persiapan pelaksanaan PORPROV tahun 2026 adalah guna kehati-hatian sebelum dilakukan pencairan dana hibah, Dinas Pemuda dan Olahraga serta pihak terkait TA 2026, perlu dilakukan konsultasi kepada Biro Hukum Provinsi Kalteng, BPKP.
“Paling lambat satu minggu setelah kesimpulan hasil rapat ini ditanda tangani,” ungkapnya. (nardi)












